Blog ini berisi random post. ada matematika ada sains ada lirik lagu pokoknya campuran semua ada kkk~ turial blog ada, freebies juga ada. dan sebagainya..

Friday, 11 July 2014

FF Pinky Boy, Luhan

TITLE : Pinky Boy, Luhan
AUTHOR : Nabila
CAST : EXO MEMBERS
GENRE : FRIENDSHIP,
BROTHERSHIP, ETC
LENGTH : ONESHOOT

Suara gaduh dari kelas 3 di SMA
XOXO terus bergema. Pagi itu seperti
biasanya semuanya sibuk dengan hal
masing masing. Hingga akhirnya Bel masuk
pun berbunyi. Kegaduhan dari kelas mulai
berkurang. Suasana semakin hening saat
pak guru Sooman masuk ke kelas. Dari
belakang pak Sooman ada seorang anak
laki laki.
“Dia sepertinya anak baru..”
Bisik Kyungsoo (D.O) kepada Jongin teman
sebangkunya.
“Ya, mungkin saja” Jawab
Jongin (Kai).
“Selamat Pagi anak-anak, hari
ini kalian mendapatkan teman baru. Dia
datang dari Seoul” Jelas pak Sooman,
“Kau.. Perkenalkan dirimu..”
Anak baru tadi kemudian
tersenyum, dan mulai membungkukkan
badannya sebagai tanda penghormatan.
Lalu dia memulai memperkenalkan diri..
“Annyeong.. Namaku Luhan..
Aku dari Seoul, mohon bimbingan teman-
teman semua..”
“Seoul?” Jongdae (Chen)
keheranan.
“Kenapa anak kota pindah
disekolah terpencil didesa sini?” Minseok
(Xiumin) Ikut keheranan.
“Aneh..” Wufan (Kris)
menambahkan.
“Luhan, dibelakang sana ada
tempat duduk kosong, silahkan duduk” Pak
Sooman mempersilahkan duduk.
Luhan kemudian duduk,
disampingnya ada Sehun. Mereka kemudian
melakukan perkenalan singkat.
“Annyeong, Thehun imnida~”
“Annyeong, Luhan imnida ^^”
Pelajaran berlangsung seperti
biasa, sampai jam istirahat tiba. Mereka
yang biasanya langsung melahap bekal
masing masing kemudian berkumpul.
Membicarakan anak baru tadi.
“Kau lihat dia makan bekalnya..”
Tao angkat bicara.
“Iya, makan bekalnya mewah.
Tapi kenapa banyak sayuran yang dibentuk
seperti bunga-bunga aissh~” Chanyeol
Mengkritik.
“Jangan jangan dia banci, lihat
saja. Sweater Rajutnya warna pink.
Hadeeh~” Berikutnya Kritik dari Baekhyun.
“Iya, Baekhyun benar! Bisa jadi
dia.. kekeke” Chanyeol dan yang lainnya
tertawa.
“Heh! Kalian sedang apa?
Kenapa bergosip, seperti anak perempuan
saja! Sebentar lagi jam istirahat selesai,
kalian tidak makan, hah!?” Kata Suho si
ketua kelas.
Kemudian semuanya bubar. Jam
istirahat telah selesai, pelajaran kembali
dilanjutkan. Hingga akhirnya Bel pulang
berbunyi. Anak anak berhamburan keluar
kelas.
“Lihat!” Lay menepuk pundak
Tao. “Itu anak baru tadikan?”
“Hm?” Tao mencari arah yang
Lay maksud. “Oh iya! Itu Luhan, wah anak
kota. Dijemput dengan mobil. ckckck”
“Ah sudah lah, biarkan saja anak
banci itu” Chanyeol tiba tiba datang,
“Jangan lupa sore ini ya!”
Sore tiba… Semua anak tadi
bermain Bola Sepak dilapangan. Semua
tertawa lepas, permainan tampak seru dan
menyenangkan. Sejenak permainan mereka
berhenti. Sebuah Layang-Layang jatuh ke
tengah lapangan. Semua tampak
keheranan.
“Ini punya Thiapa?” Sehun
memungut layangan itu.
Lalu dari kejauhan terdengar
suara orang berlari, semua melihat ke arah
orang itu.
“Dia?” Suho merasa kurang
yakin.
“Maaf, itu layangan ku” Luhan
berlari dan tampak kelelahan tapi tetap
tersenyum khas.
“Layangan Pink ini?” Baekhyun
bertanya.
“Iya? Boleh aku mengambilnya
kembali” Luhan memintanya dengan sopan.
Sehun menyerahkan layangan
itu. “Ini ambilah, Luhan”
“Gomawo~” Luhan sedikit
membungkuk, berterimakasih, kemudian
pergi meninggalkan yang lainnya.
Semua menunjukan wajah
keheranan. Kecuali Kris yang sibuk dengan
Bola dan terkesan cool.
“Kenapa tidak kita ajak main
Bola saja tadi?” Kata chanyeol.
“Sudahlah lupakan saja, ayo kita
lanjutkan saja mainnya.” Ajak Baekhyun.
“Ha, Layangan Pink. Aku
meragukan kelaki-lakiannya” Ejek Chanyeol.
“Belisiik~” Sehun menarik pipi
Chanyeol, seolah tidak terima.
“Heh! Cadel! Apa yang kau
lakukan! Ini Sakit!” Chanyeol marah,
kemudian mendorong Sehun.
BRUK!! Bola mengenai kepala
Chanyeol.
“Yakk!! Apa-apaan ini Kris!?”
Chanyeol semakin meradang, saat dia
melihat Kris yang menendang Bola tadi ke
arahnya.
“Sudahlah, ayo main lagi” Ajak
Suho.
Mereka kembali mulai bermain.
Suho memang memiliki sosok
kepemimpinan yang sangat baik. Semua
akan segera patuh saat Suho memberikan
perintah.
Keesokan Harinya…
Suasana kelas kembali gempar
sama seperti saat pertama Luhan masuk
kelas. Kali ini saat pelajaran Bimbingan
Konseling, dimana guru memberikan tugas
agar mereka maju satu persatu kedepan
kelas, dan menceritakan tentang keluarga
masing-masing. Saat giliran Luhan untuk
maju dan menceritakan tentang
keluarganya. Dia hanya berdiri terdiam,
tangannya mengepal kuat, dan kepalanya
tertunduk. Lalu tiba tiba dia menangis.
Sambil terbata-bata dia mulai bercerita…
Seisi kelas menjadi hening…
Luhan menceritakan tentang
adiknya, Hanni. Hanni adalah satu satunya
saudara yang Luhan miliki. Ia sangat
menyayangi adik perempuannya itu. Hanni
adalah anak yang lincah, ia sangat pintar
dan selalu meraih juara kelas. Harusnya
yang sekarang duduk di kelas 5 SD terpaksa
harus berhenti sekolah. Hanni menderita
Kanker Darah yang membuat dokter angkat
tangan dengan penyakitnya, dengan kata
lain, Hanni sudah tidak bisa sembuh lagi.
Luhan sekeluarga pindah ke
desa agar Hanni bisa menghirup udara
segar. Hanni sangat menyukai warna Pink.
Bahkan Sweater Pink yang dipakai Luhan
adalah rajutan tangannya. Hanni juga
sangat senang melihat Layang-layang
terbang dilangit biru. Setiap sore Luhan
mendorong kursi roda Hanni, dan
menerbangkan Layang-Layang bewarna
Pink untuknya.
“Hanni bertepuk tangan seolah-
olah aku baru saja menyulapkan pelangi
dilangit untuknya, dengan senyumnya yang
manis dia bilang ‘Lebih tinggi! Oppa!
Terbangkan Lebih Tinggi’” Dengan tangisan
yang yang tersedu Luhan melajutkan
ceritanya, “Setiap malamnya aku selalu
berdoa, Agar Hanni bisa sembuh. Aku
sangat menyayangi Hanni. Tetapi jika kamu
harus pergi, Pergi saja.. Tak apa.. Oppa
akan menerbangkan Layang-layang pink
kesukaan mu untuk kau lihat dari atas
awan sana..” Luhan mengakhiri ceritanya.
Suasana kelas menjadi haru.
Semua anak perempuan terlihat menangis,
sedangkan anak laki-laki seperti menahan
air mata. Cerita Luhan tadi, kemudian di
sambut dengan Bel pulang. Semua anak
berhamburan pulang.
Sore harinya…
Luhan kembali bermain layang-
layang bersama adiknya, Hanni.
“Oppa! Bagus sekali!” Teriak
Hanni sambil bertepuk tangan.
“Kau suka? Hehe” Luhan
mengelus kepala adiknya, itu.
Tapi tiba-tiba… Layangan Luhan
putus..
“Yak! Layangannya Putus!!
Hanni tunggu sebentar ya! Oppa akan
mengejar layang-layang itu untuk mu.” Saat
Luhan akan lari, tiba tiba Hanni menarik
baju Luhan hingga ia ikut terseret dan jatuh
dari kursi rodanya. “Hanni!?”
Hanni tampak kesakitan. “Oppa,
jangan berlari lagi. Hanni tidak suka melihat
Oppa kelelalahan Cuma untuk mengejar
layang-layang Itu buat Hanni.”
Luhan hanya terdiam kemudian
memeluk adiknya itu.
“Luhaan!” Terdengar teriakan
dari arah belakang.
Hanni dan Luhan melihat ke
arah asal suara tersebut. Ternyata yang
berteriak tadi adalah Sehun. Sehun datang
bersama teman-teman lainnya. Semua
membawa layang-layang bewarna pink.
“Kami ingin bermain layang-
layang bersama” Chanyeol menunjukan
layang-layang pinknya. “Aku
menggambarkan serigala, biar tidak terlalu
terlihat girly. Kekeke~” Semua tertawa.
Semua menerbangkan layangan
mereka bersama. Luhan dan Hanni tampak
bahagia, tidak hanya ada satu, sekarang
ada sebelas layangan pink di langit biru.
“Terimakasih.. Sehun..
Jongdae.. Kyungsoo.. Jongin.. Lay.. Tao..
Kris.. Suho.. Minseok.. Chanyeol..
Baekhyun..” Luhan kembali meneteskan air
mata haru.
“Gomawo, OPPADEUL!!” Hanni
terlihat senang, ia bertepuk tangan. Semua
tersenyum.. Bahagia..
naeun pun memakan ice
creamnya sampai pipinya kembung.
“haha kyeopta” jimin pun tersenyum lalu
mmbersihkan ice cream yang ada di sudut bibir
eun dn yang ada di pipinya.
“ah~ mashita ^o^” ucap naeun yang sudah
menghabiskan ice creamnya.
“kau senang?” Tanya jimin yang berhenti
memainkn sendok ice crem di tempat ice
creamnya.
“hm ne sangat senang, wae hm? ^.^” Tanya eun
lalu tersenyum bahagia kea rah jimin.
“hm anni aku senang jika kau senang” jawab
jimin senyum.
"sekarang kau mau kemana lagi eun? aku akan
mengabulkan permintaanmu" ucap jimin lalu
tersenyum.
"hm kemana ya? ah ne aku tau aku mau ke
pantai ^o^" jawab eun semangat.
"haha arraseo, kajja" ucap jimin lalu keluar dan
naik bis untuk ke pantai.
*30 menit kemudian sampai di pantai
"wahhhhh~~ pantai" eun pun langsung berlalri
menghampiri ombak kecil di pinggiran pantai.
"yakk park jimin! ayo kemari ^o^" teriak naeun
sambil melambaikan tangannya.
"hm" jimin hanya tersenyum melihat eun yang
sangat senang lalu berjalan menghampiri eun.
"haha baru pertama kali aku melihatmu
sebahagia ini eun" ucap jimin dalam hati sambil
melihat eun tersenyum bahagia.
Naeun pun menendang air pantai ke arah jimin
sampai baju jimin basah. naeun terlihat seperti
anak kecil, tapi mungkin baginya itu
menyenangkan apa lagi dia tidak pernah jahil
pada jimin.
"yakkk hentikan Son Naeun!" teriak jimin yang
menutup wajahnya dengan lengan agar tidak
kena cipratan air yang di tendang oleh naeun
dari air pantai.
"hahaha shireo! shireo!" naeun masih
mencipratkan air ke arah jimin sambil tertawa
melihat jimin yang basah terkena air"
"asih kemari kau kemari!" teriak jimin lalu
mengejar eun"
"haha aaaa~ andweeee pergilah xD" naeun pun
berlarian di pinggir pantai menghindari balasan
jimin.
"haaa! kena kau! mau lari kemana eoh? :p" jimin
pun langsung memeluk eun dan tidak
membiarkan eun lari darinya lagi.
"haha ampun ampun, maaf xD" ucap naeun
yang masih tertawa"
"dasar putri jelek" jimin pun melepaskan
pelukkannya dan memberantakan rambut
sahabatnya itu.
"lihatlah~ pantainya cantik jika mataharinya
sudah mulai tenggelam." ucap jimin yang sedang
melihat matahari tenggelam.
"woahhhh~ yeoppoda~." naeun pun merasa
terkagum-kagum dengan pemandangan
matahari terbenam di pantai.
"aku harap aku dan kau selalu bersama-sama
dan bahagia meski kau dan aku tidak tau kapan
akan bertemu lagi. kau tau? bahkan kau lebih
cantik dari matahari terbenam itu." ucap jimin
dalam hati sambil melihat ke arah eun yang
sedang melihat matahari terbenam.
“ayo aku antar pulang” ucap jimin lalu berdiri.
“hm ne ^.^” ucap eun lalu berdiri berjalan pergi.
#SKIP
*Sesampainya Di Rumah Eun
“gomawo untuk boneka dan hari ini sangat
menyenangkan untukku” ucap naeun senyum
sambil
memeluk erat jimin lalu melepasnya.
“ne nado” ucap jimin senyum lalu mengusap
rambut eun.
“sampai kapanpun aku akan selalu
menyayangimu, aku mohon kau jangan pernah
benci padaku
eun.” Ucap jimin lalu mencium kening eun
lembut.
“eoh? Hm kenapa kau bicara seperti itu? Aku
tidak pernah membencimu meski kau
menyebalkan jimin.” Ucap eun menatap
mata jimin.
“masuklah sudah malam” ucap jimin senyum
tipis lalu menyuruh eun masuk.
“hm baik, hati-hati di jalan. Aku akan bawakan
makanan lagi besok untukmu ^^” ucap
eun lalu masuk ke dalam rumah.
“hm” jimin hanya tersenyum melihat eun
tersenyum, karena itu akan menjadi senyuman
terakhir eun untuk jimin sampai entah kapan
mereka di pertemukan kembali.
*Besoknya Di Sekolah*
“aishhh sudah jam 8 lebih dia belum datang
juga”
ucap naeun yang sedang duduk di meja jimin
dan memegang kotak makanan yang dia
janjikan kemarin untuk jimin.
“hm? Eun? Sedang apa? Kau menunggu jimin
datang?” Tanya taehyung seorang teman laki-
lakinya.
“hm? Ne, wae?” jawab eun dengan wajah yang
sedikit heran lalu berdiri.
“kau tidak tau ya? Jimin pindah sekolah ke luar
negri. Kemarin appanya kesekolah
untuk meminta surat izin pada kepala sekolah.
Dan dia sudah tidak tinggal di
korea lagi.” Jawab taehyung.
“m-mwoya? Mworageo? Pindah? Dan tidak
tinggal disini lagi?” ucap eun yang kaget lalu
terdiam.
“mungkin dia tidak mau memberitahumu karena
dia tidak mau membuatmu khawatir.” Ucap
taehyung memegang bahu eun lalu pergi.
“prukkk” kotak makanan yang berisi cheese cake
itu jatuh ke lantai.
“park jimin~” perlahan matanya mengeluarkan
air mata yang mengalir di pipinya yang
cantik.
“wae? Kenapa kau tidak bilang padaku hiks~
kenapa jimin? Kenapa?” naeun sangat
terpukul dengan keberangkatan pindahnya jimin
ke luar negri.
“kenapa aku baru sadar jika kau kemarin tiba-
tiba mengajakku jalan-jalan dan sikapmu
tidak seperti biasanya.” Naeun pun terduduk
lemas di kursi yang selalu jimin
tempati.
“aku tidak akan pernah menemukan sahabat
sepertimu lagi, maafkan aku hiks~” air
matanya masih mengalir di pipinya dan tiba-tiba
seorang namja yang menghapus
air matanya.
“jangan menangis” ucap kai sambil perlahan
memeluk naeun.
“hiks~ hiks” naeun yang hanya diam dan
menangis tidak bisa lagi mengucapkan kata-
kata.
“dia akan sedih jika kau juga sedih” ucap kai
sambil mengusap rambut eun.
“mianhae Son Naeun~ Saranghae~” ucap jimin
meneteskan air mata sambil melihat keluar
jendela pesawat.
*7 Tahun Kemudian*
*Di Café*
“ah gomawo ^^” ucap naeun sambil mengambil
cheese cake pesanannya.
“brukkk” tiba-tiba seorang namja yang berjalan
tidak sengaja menabraknya.
“eoh? Cheoseohamnida bow”
“hm? Ah gwenchana” ucap eun senyum sambil
mengambil kantong makanan yang jatuh.
"mungkinkah itu kau eun?" tanya jimin dalam
hati.
“Son Naeun~?” namja itu jongkok lalu menatap
wajahnya.
“eoh?” naeun pun mengangkat wajahnya agar
bisa melihat wajah namja itu.
“park jimin” ucap naeun kaget lalu sama-sama
menatap wajahnya.
“hm” jimin pun tersenyum lembut menatap mata
eun.
“hm kau~” naeun pun tersenyum dengan mata
yang berkaca-kaca.
“Senyuman dan suaramu yang indah akan
mempertemukan kita kembali” ucap jimin 7
tahun yang
lalu saat di pesawat. 

Cr: Nabila Azmee

Terima Kasih sudah berkunjung. Datang lagi^^

0 komentar:

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus Instagram Ask.Fm

Chit Chat

Followers

Google+ Followers

Copyright © Luhanay | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com