Luhanay


Meet The Owner!
This is me...

Img One Img two Img three

Silahkan pilih mau background yang mana aja ^_^

We Chat
Chatting here

  • No Anonym, hate, and secret!
  • Your blog URL please!
  • No harsh words here!


    History
    Baca juga yang lainnya


    Followers
    Follow me





    The Credits!
    Big claps

    Template By: Ayesha
    Basecode from Alina
    Coding by Azzahra
    Some stuff: Hong Tae Ui
    Owner: Nahla Rifatul Fatihah
    Best view on Google Chrome :)
  • Written by Ny.Tae Friday, 11 July 2014 0 ARMY(s)

    Title : Now I Know. Not Him But You♥
    Length : One Shot
    Cast: Son Naeun / Naeun
    Kim Jong In / Kai
    Park Jimin / Jimin
    Genre: Romance, Sad

    Bel sekolah pun berbunyi itu tandanya pelajaran
    telah selesai dan semua murid pun
    mulai berhamburan dari kelas dan bersiap
    pulang ke rumah masing-masing.
    “yak Son Naeun!” ucap laki-laki tinggi berwajah
    manis itu sambil mengejar perempuan yang
    sedang berjalan keluar gerbang sekolahnya.
    “hm? Park Jimin? Ada apa?” Naeun pun
    menoleh kea rah jimin yang berhenti berlari di
    sebelahnya.
    “hosh~hosh~” jimin mengeluarkan nafasnya
    yang kelelahan mengejar gadis cantik berambut
    hitam
    panjang ikal itu.
    “haha kau lupa eoh? Kau janji akan pulang
    bersamaku” ucap jimin sambil merangkul bahu
    naeun yang pendek.
    “ne ne arraseo~ aku tau” ucap naeun sambil
    senyum kecil.
    “tapi pertama-tama antar aku dulu membeli
    cheese cake ne?” Tanya eun sambil berjalan
    menuju halted an menunggu bis datang.
    “baik tuan putrid :p” jimin pun mencubit pipi eun
    gemas sambil tertawa.
    “yakkk!! hentikan!!! >.<” naeun pun memajukan
    bibirnya cemberut karena sikap jimin
    yang jahil padanya.
    “haha jangan marah eoh, kau akan tambah jelek
    jika cemberut seperti itu” ucap jimin
    mencubit pipi eun lagi dan lari menghampiri bis
    yang datang lalu masuk.
    “aisshhh~ yakkk! Park Jimin! >o<” teriak eun
    kesal. Eun pun masuk ke bis lalu duduk
    di samping jimin.
    “hh~ kenapa aku harus punya sahabat yang
    menyebalkan sepertimu” ketus eun dengan
    muka yang masih cemberut dan kesal.
    “haha mianhae” ucap jimin lalu tersenyum
    lembut kea rah eun.
    “haha yakk mwoya? Senyum apa itu? So keren
    sekali” ucap eun sambil tertawa menjitak
    kepala jimin.
    “sudah berapa kali kau minta maaf padaku? Aku
    rasa tidak terhitung lagi. Karena kau
    sangat menyebalkan Park Jimin” kata naeun
    sambil melihat ke luar jendela bis.
    Naeun memang selalu begitu, jika dia sedang di
    dalam kendaraan dia selalu
    melihat ke luar jendela entah kenapa dia
    memang menyukai melihat luar di dalam
    jendela kendaraan.
    “sudahlah kau jangan marah-marah terus, kau
    mau cepat tua hm?” ucap jimin lalu memencet
    hidung naeun pelan.
    “aisshh arraseo arra” ucap eun lalu diam.
    “ayo turun, kita sudah sampai di cafenya” ucap
    jimin lalu keluar dari bis.
    “ne” ucap eun lalu keluar dari bis juga.
    Naeun dan Jimin pun masuk ke dalam Café
    untuk mengantar naeun membeli cheese cake.
    Gadis itu lalu berjalan melihat menu yang ada di
    Café sambil memegangi kedua
    tali ranselnya.
    “ah itu, aku ingin cheese cake dengan toping
    coklat” naeun pun menunjuk salah satu
    cheese cake yang ada di menu.
    “baik nona, ada lagi yang ingin di pesan?” Tanya
    pelayan Café.
    “kau mau pesan sesuatu?” Tanya eun pada
    jimin.
    “hm aku mau Cappucino saja”ucap jimin sambil
    melihat menu.
    “dan Cappucino saja” ucap eun pada pelayan
    Café.
    “baik silahkan tunggu sebentar” kata pelayan
    lalu pergi membuat pesanan.
    Mereka berduapun duduk di kursi Café dan
    saling berhadapan. Sambil menunggu pesanan
    mata naeun melihat kesana kemari suasana
    Café sampai tidak sengaja dia melihat
    Sunbaenya di sekolah. Ya dia Kim Jong In atau
    lebih dikenal sebagai kai. Dia
    pria yang di sukai naeun. Naeun sangat
    menyukainya meski selama ini dia hanya
    memerhatikannya dari jauh.
    “eoh? Untuk apa dia kesini?” naeun bertanya-
    tanya di dalam hatinya sambil melihat kai
    dari jauh.
    “aku pesan satu cheese cake” ucap kai ke
    pelayan.
    “hm? Dia membeli cheese cake? Apa dia
    menyukai cheese cake juga? Naeun masih
    penasaran
    dan terus bertanya-tanya di hatinya.
    “hm? Kenapa dia?” ucap jimin yang sedang
    melihat naeun melihat ke arah tempat
    pemesanan.
    “gwenchana?” ucap jimin yang menjentikan
    jarinya di depan wajah naeun.
    “eoh? Ah gwenchana hehe” naen pun refleks
    melihat ke arah jimin dan tidak memperhatikan
    kakak kelas yang dia sukai lagi.
    “ini pesananmu nona” ucap pelayan yang
    memberikan pesanannya.
    “ah nde khamsamida~” ucap jimin lalu
    membawanya.
    Naeun yang tidak lepas memperhatikan kai pun
    melihatnya kembali keluar Café sambil
    membawa
    makanannya. Laki-laki bertubuh tinggi dan
    berkulit gelap tampan itu memang
    sangat berkharisma. Apa lagi jika setiap pergi ke
    sekolah dia selalu memakai
    motor besarnya itu.
    “ oppa~ nan neommu choae~ gumam naeun
    sambil melihat kai yang pergi dengan
    mengendarai
    motornya.
    “hm? Mworageo?” Tanya jimin yang langsung
    melihat kea rah eun.
    “hehe annio gwenchana, ayo pulang” ucap naeun
    sambil menarik tangan jimin keluar dari
    Café.
    “hm? Dasar yeoja aneh” ucap jimin heran
    melihat naeun.
    Jimin pun mengantar naeun pulang ke
    rumahnya.
    *Besok nya di sekolah*
    “aishh kenapa harus aku?” ucap naeun kesal
    sambil berjalan ke gudang sekolah mengambil
    papan tulis kecil.
    Naeun pun berjalan ke gudang. Gudang memang
    dekat sanggar tari sekolah. Disana banyak
    murid yang berlatih menari. Pemimpin tari murid
    kelas 3 SMA adalah kai. Dia
    sangat pandai menari dia sangat mengagumkan
    jika menari. Terdengar lagu jazz
    dari ruangan sanggar saat naeun berjalan
    melewatinya.
    “eoh? Siapa itu yang berlatih sendirian?” sambil
    mengjinjitkan kakinya naeun melihat
    dari kaca siapa yang menari sendirian.
    “eoh? Kai oppa” pipi naeun pun langsung
    memerah dan membalikan badannya
    membelakangi
    kaca lalu jongkok.
    “aigooo~ dia megagumkan sekali >///<” ucap
    eun sambil meremas rok sekolahnya.
    “siapa itu yang di balik jendela?” teriak kai lalu
    berjalan mendekat ke arah pintu
    untuk memeriksanya.
    Naeun pun lalumeberanikan diri untuk berjalan
    dan berdiri di depan pintu. Kai pun
    meraih gagang pintu itu lalu membukanya.
    “hm? Kau siapa? Kenapa tidak masuk? Apa kau
    mau berlatih juga?” Tanya kai tersenyum
    melihat eun yang sedang berdiri di depannya.
    “eoh? A-annia~ aku hanya kebetulan lewat sini
    dan aku melihatmu sedang menari. Aku
    senang melihatmu menari kau mengagumkan”
    ucap naeun bicara pelan dengan
    menyembunyikan pipinya yang merah dengan
    kepala sedikit menunduk.
    “ah begitu, arraseo.hm waeyo? Knpa kau
    menunduk begitu? Apa wajahku menyeramkan?”
    tanya kai tertawa kecil.
    “eoh? Hm? Annia gwenchana” naeun pun
    langsung mengangkat kepalanya agar tidak
    menunduk lagi dengan pipi yang masih blushing.
    “bolehkah aku melihat oppa menari? ^-^”Tanya
    naeun senyum ke arah kai”
    “tentu saja, ayo masuk” jawab kai senyum lalu
    mengajak naeun masuk ke dalam sanggar.
    Kai pun berjalan ke arah tip kecil dan memutar
    lagunya. Dia pun berjalan dan menghadap
    ke cermin besar di tembok sanggar. Langkah
    kaki dan badannya mulai menari.
    “waahhh~ daebak” ucap eun yang sedang duduk
    memperhatikan orang yang di sukainya itu
    sedang menari dihadapannya.
    “aku tidak menyangka jika aku akan dudu dan
    melihatmu menari sedekat ini. Kau tau
    oppa? Aku senang sekali, dan aku sangat
    menyukaimu. Bukan sebagai fansmu tapi
    sebagai yeoja chingu mu.” ucap eun dalam hati
    dengan mata yang terus melihat
    kai menari.
    “hh~ selesai. Bagaimana? Kau suka?” Tanya kai
    yang sudah selesai menari dan berjalan
    mendekat kea rah eun.
    “eoh? Hm? Haha daebak ^o^/\” ucap naeun
    sambil tepuk tangan.
    “hm gomawo” ucap kai senyum lalu duduk di
    samping eun.
    Naeun melepaskan ransel yang ada di
    punggungnya. Lalu dia membuka sleting
    ranselnya
    dan mengambil sebotol minum dan kotak
    makanan.
    “igo untukmu” naeun pun menyodorkan botol
    minum sekaligus kotak makannya ke hadapan
    kai malu-malu.
    “hm? Untukku? Kau yakin? Apa kau tidak akan
    memakannya hm?” Tanya kai tertawa kecil.
    “aishhh annia terima saja, ini sebagai balasan
    karena oppa mau menari untukku ^.^”jawab
    naeun dengan senyum lembutnya.
    “arraseo gomawo” ucap kai tersenyum lalu
    mengusap rambut eun dan mengambil botol
    sekaligus kotak makannya.
    “eoh? Hm nde cheonma” pipi naeun semakin
    memerah melihat kai yang sangat ramah
    padanya.
    “aaaaaaaaaaa!! Rasanya aki ingin teriak. Aku
    senang sekali. Aku tidak menyangka akan
    sedekat
    ini dengannya sampai – sampai aku lupa aku
    harus pergi ke gudang untuk mengambil
    sesuatu.” Teriak eun dalam hati yang melihat
    kai tersenyum padanya.
    “ah iya benar aku harus ke gudang!” gumam eun
    lalu berdiri.
    “aku harus pergi dulu, semoga kau suka dengan
    makanan yang aku berikan untukmu ^^”
    naeun lalu membungkukkan badannya dan lari
    keluar sanggar.
    “eoh? Hm? Aneh” ucap kai yang melihat eun lari
    keluar.
    “dia lucu” ucap kai sambil membuka kotak
    makanan yang di berikan eun.
    “hm? Cheese cake? Bagaimana dia bisa tau
    makanan kesukaanku. Hm mungkin hanya
    kebetulan” ucap kai lalu memakan cheese
    cakenya.
    *Sesudah dari gudang*
    Naeun pun masuk ke kelas dan duduk di
    bangkunya.
    “heyy son naeun kemana saja kau? Aku
    mencarimu kemana-mana kau tidak ada
    ternyata ada
    disini. Dasar pabo :p” ucap jimin lalu
    memberantakkan rambut eun pelan.
    “yakk hentikan, aku tidak akan memukulmu lagi.
    Karena aku sedang senang haha” ucap
    eun senyum sambil merapihkn rambutnya.
    “hm? Senang? Kenapa? Pasti karena melihat
    wajah tampanku kan? Aku benar kan? Haha”
    Tanya jimin tertawa keras.
    “haha bukan :p aku senanga karena aku bisa
    melihat kai oppa menari tadi” jawab eun
    sambil menatap jahil jimin.
    “aishhhh namja itu lagi yang kau bicarakan,
    sudah aku tidak mau mendengarnya” jimin pun
    merasa kesal lalu berjalan pergi meninggalkan
    kelas.
    “eoh? Yakk! Park jimin! Kau mau kemana?”
    teriak eun lalu berdiri melihat jimin yang
    pergi.
    “kenapa dia selalu begitu jika aku cerita tentang
    orang yang aku sukai? Dia aneh
    sekali” naeun pun kembali duduk.
    Jimin yang terlihat kesal dia pun berjalan ke
    taman belakang sekolah dan duduk di
    dekat pohon. Sepertinya dia sangat kesal jika
    eun suka pada namja lain. Sejak
    pertama bertemu eun pada kelas 1 SMP jimin
    sudah menyukai eun. Bahkan sampai
    sekarang ia masih menyukainya. Tapi dia takut
    mengatakannya karena dia takut
    menghancurkan persahabatan dengannya. Tapi
    sepertinya dia sudah tidak tahan
    lagi memendam perasaannyapada eun .
    “kenapa kau tidak sadar juga eun? Selama 3
    tahun aku selalu ada di sampingmu dan aku
    sangat menyukaimu. Aku tau tidak seharusnya
    aku menyukaimu. Arrrrgggghhhh!”
    teriak jimin marah lalu memukul pohon
    sampai tangannya berdarah.
    “park jimin eoddiseoyeo?” teriak eun yang
    melihat sekitar sekolah mencari jimin.
    “pasti dia sedang di taman” naeun pun berjalan
    menuju taman belakang sekolah untuk
    memastikan apa ada jimin di sana.
    “sudah kuduga kau ada disini” ucap eun yang
    melihat jimin bersandar di pohon besar sambil
    menunduk.
    “jimin-ya~” ucap naeun berjalan mendekat ke
    arah jimin lalu duduk di sampingnya.
    “hm? Mau apa kau kesini? Tanya jimin sedikit
    sinis.
    “eoh? Yak kenapa kau berubah? Apa kau marah
    padaku gara-gara kejadian tadi di kelas?
    Tanya eun dengan wajah khawatir. Jimin adalah
    sahabatnya sejak eun masih di
    bangku SMP dan mereka sangat dekat. Naeun
    khawatir jika jimin begitu padanya.
    “aku tidak berbeda” ucap jimin dingin.
    “lalu kenapa kau dingin begitu padaku eoh? Kau
    tau aku khawatir padamu. Kenapa kau tidak
    mau
    cerita apa yang terjadi padamu? >.<” ucap
    naeun yang menatap wajah dingin
    jimin.
    “eoh? Dan ini kenapa?! Ada apa dengan
    tanganmu?!” Tanya eun lalu memegang tangan
    jimin sambil melihat luka yang ada di
    tangannya.
    “hm gwenchana, kau tidak usah khawatir” jimin
    pun melepaskan tangan eun yang sedang
    memegang tangannya yang berdarah.
    “t-tapi..” ucapan eun terpotong dengan jimin
    yang langsung merebahkan kepalanya dip aha
    eun.
    “sudahlah aku tidak apa-apa kau tidak perlu
    khawatir” ucap jimin tersenyum tipis lalu
    memejamkan matanya.
    “hm~ arra~” ucap eun bicara pelan sedikit
    menunduk.
    “mianhae jika aku selalu membuatmu marah”
    ucap eun dalam hati lalu mengusap rambut jimin
    yang sedang rebahan di pahanya.
    “naeunna~” ucap jimin pelan yang masih
    memejamkan matanya.
    “hm? Wae?” jawab eun yang masih melihat
    wajah jimin yang masih memejamkan matanya.
    “aku menyukaimu”ucap jimin masih
    memejamkan matanya.
    “eoh? Haha bercandamu tidak lucu” naeun pun
    tertawa kecil.
    “hm” jimin pun bangun lalu ia duduk menghadap
    kea rah eun.
    “wae? Aku tidak bercanda. Sudah lama aku
    menyukaimu tapi aku takut menghancurkan
    persahabatan kita saja. Aku selalu kesal marah
    dan cemburu jika kau
    menceritakan namja yang kau sukai. Aku tidak
    suka karena aku menyukaimu. Aku
    menyayangimu sampai-sampai aku tidak mau
    kehilanganmu. Aku tau kau tidak
    menyukaiku kan? Tapi aku harap kau
    mempunyai perasaan yang sama denganku.”
    Ucap
    jimin sambil menatap lembut naeun.
    “eoh? Hm?” naeun pun menunduk. Dia tidak tau
    harus bilang apa padanya. Karena memang
    benar dia hanya menyayangi jimin sebagai
    sahabatnya terlebih sebagai sahabat
    yang selalu melindunginya.
    “sudah tidak perlu katakan apa-apa, aku sudah
    tau apa yang kau pikirkan.” Jimin pun
    tersenyum lalu mengusap rambut panjang eun
    dengan lembut. Senyumlah kau sangat
    cantik jika tersenyum dan aku menyukai itu.”
    Ucap jimin yang mengusap pipi eun.
    “hm park jimin~ jeongmal mianhae” naeun pun
    perlahan menangis.
    “uljimayo~” jiminpun lalu memeluk naeun.
    “hiks~ hiks~ pasti aku menyakitimu selama ini,
    maafkan aku” naeun pun berurai air mata
    di pipinya.
    “ini bukan salahmu aku menyukaimu, tapi
    perasaan ini sendiri yang muncul tanpa aku
    sadari.” Ucap jimin yang masih memeluk eun.
    “jangan menangis, lupakan aku pernah bilang ini
    padamu dan aku ingin kau tetap bersikap
    seperti dulu padaku.” Jimin pun melepaskan
    pelukkannya dan menghapus air mata
    di pipi eun.
    “hm~ arra~” jwb naeun tersenyum dengan mata
    yang masih berkaca-kaca.
    *Di Rumah Jimin
    “mwo? Sesudah ujian sekolah? Aishhh shireo!
    Kenapa aku harus pergi? Aku mau disini
    saja!.” Teriak jimin pada ayahnya.
    “yakkk dasar anak tidak tau diri! Kau harus
    menurut pada orang tuamu! Aku akan beli
    tiket untuk penerbangan minggu depan ke
    Jerman besok. Kau akan meneruskan sekolah
    disana lalu bekerja di perusahaan ayah.
    Sudahlah jangan melawan keputusanku
    sudah bulat!.” Bantah ayah jimin lalu pergi
    kembali ke kantornya.
    “arrrrggghhhh! Kenapa dia selalu mementingkan
    kepentingannya sendiri? Dia tidak pernah
    memikirkan perasaanku. Dia tidak seperti ibu
    yang sangat mengerti aku” teriak
    jimin sangat marah.
    “Seenaknya saja mengatur hidupku tanpa
    mementingkan perasaanku!. Hh~ aku lelah
    dengan sikap appa yang selalu begitu.”
    Jimin pun termenung dan menurunkan badannya
    terduduk di lantai sambil menunduk.
    “jika aku pergi aku tidak bisa di samping eun
    lagi, aku tidak bisa melindunginya, aku
    tidak bisa melihat senyumnya lagi.”jimin pun
    mengeluakan nafas yang seakan
    keputus asaan.
    *Keesokan Harinya Di Sekolah*
    Naeun yang sedang duduk di bangku taman
    sekolah, terlihat namja yang sedang berjalan
    menghampirinya.
    “hey~ Son Naeun~” sapa kai lalu duduk di
    sebelah naeun.
    “eoh? Oppa? Dari mana oppa tau namaku son
    naeun?” naeun kaget dan refleks langsung
    menoleh kea rah kai.
    “haha dari teman sekelasmu. Hm igo gomawo
    untuk cheese cakenya”. Ucap kai lalu
    memberikan kotak makannya pada eun.
    “hm? Ah nde cheonma, apa oppa menyukainya?
    ^.^”Tanya eun tersenyum sambil mengambil
    kotak makan yang kai berikan.
    “ne, aku menyukai cheese cake. Kenapa kau tau
    eun?” Tanya kai sambil menatap wajah eun.
    “eoh? Hm haha ah itu mungkin hanya kebetulan
    kk~” jawab eun sambil menggaruk tengkuknya
    malu.
    “jinjja? Hm arra :p” ucap kai tertawa kecil.
    “naeun~ aku bawakan..” tiba – tiba ucapan
    jimin terhenti karena melihat kai dengan
    naeun sedang duduk bersama.
    “cheese cake untukmu.” Jimin melanjutkan
    ucapannya dalam hati dengan wajah yang sedih.
    “eoh? Park jimin?” naeun pun menoleh ke
    belakang yang ternyata ada jimin yang tidak
    jauh berada di belakangnya.
    “hey kemari :D” naeun lalu melambaikan
    tangannya untuk memanggil jimin kemari.
    Jimin pun terpaksa kesana karena naeun sudah
    melihatnya. Dia akan sangat malas sekali
    jika melihat kai bersamanya. Sebenarnya dia
    tidak mau kesana jika bukan eun
    yang minta. Rasanya jimin akan langsung pergi.
    “ada apa?” Tanya jimin jalan mendekat kea rah
    eun dan kai.
    “oppa perkenalkan ini Park Jimin sahabatku ^-^
    dan Park Jimin ini kai oppa” ucap eun
    mengenalkan jimin pada Kai dan begiu
    sebaliknya.
    “hm nde annyeong Kim Jong In imnida senior
    kelas 12 panggil saja aku kai.” Ucap kai
    senyum.
    “hm ne annyeong Park Jimin imnida junior kelas
    10. Bangapta hyung” balas sapaan kai
    sambil bow (menundukkan badan).
    “sepertinya aku harus pergi, teruskan saja” ucap
    jimin lalu berjalan pergi.
    “hm? Kenapa dia?” Tanya kai aneh melihat jimin
    yang langsung berjalan pergi.
    “hm dia memang begitu oppa” muka sedikit
    sedih sambil melihat jimin pergi.
    “ah begitu, arraseo.” Ucap kai.
    Selama satu bulan akhirnya naeun dekat sekali
    dengan kai. Dan sepertinya kai mulai
    menyukai naeun. Bersama - sama mereka
    melakukan hal yang mereka sukai mulai
    dari makan cheese cake bersama sampai kai
    mengajarkan naeun menari. Jimin pun
    sengaja membiarkan naeun dekat dengan orang
    yang dia sukai. Karena jika naeun
    bahagia jimin pun akan bahagia meski hatinya
    sakit melihat kebersamaan kai
    dengan naeun. Setelah selesai ujian sekolah
    saat itulah yang sangat jimin
    tunggu – tunggu mengajak eun jalan- jalan
    untuk terakhir kalinya.
    “hey Son Naeun” ucap jimin lalu merangkul
    bahunya.
    “eoh? Jimin. Ada apa? :p”Tanya eun.
    “ayo ikut aku” jimin langsung memegang tangan
    eun dan pergi ke suatu tempat.
    #SKIP
    * Di Arena Permainan *
    “aku akan traktir koin yang banyak untukmu :p”
    ucp jimin langsung membeli banyak
    koin.
    “wahhh asyiikkk ^o^” naeun terlihat sangat
    senang sekali.
    “ayo kita bermain, kemari eun ikuti aku.” ajak
    jimin ke arena menembak botol dari
    jarak yang jauh.
    “aku akan mendapatkan boneka besar itu
    untukmu” ucap jimin di dalam hati.
    “haha memang kau bisa menembak dengan
    tepat eoh? :p” Tanya eun jahil.
    “kau meremehkanku hm? Lihat saja nanti.”
    Ucap jimin lalu mengambil pistol
    permainannya lalu mulai menembakkannya ke
    sasaran.
    Permainan pun selesai lalu jimin pun mendapat
    skor yang lumayan cukup besar untuk
    mendapatkan boneka beruang yang besar itu.
    “wahhhh daebak, kau hebat ^o^” ucap eun sambil
    memeluk jimin.
    “haha tentu saja :p” ucap jimin lalu mengusap
    rambut eun.
    “aku ingin menukarnya dengan boneka beruang
    besar itu” ucap jimin yang menunjuk
    boneka beruang besar.
    “baik tuan ^^” ucap pemilik arena permainan itu
    sambil mengambil boneka lalu
    membungkusnya.
    “igo,chukkae” ucap pemilik arena permainan itu
    sambil memberikan bonekanya pada
    jimin.
    “khamsamida~ *bow” ucap jimin sambil
    menggendong bonekannya.
    “igo untukmu eun” ucap jimin tersenyum lalu
    memberikannya pada eun.
    “eoh? Gomawo, aku menyukainya ^o^” jawab eun
    sambil memeluk bonekanya.
    “sekarang ayo makan ice cream” jimin lalu
    menggenggam tangan eun dan berjalan lalu
    membeli ice cream.
    Jimin pun memesan 2 ice cream untuknya dan
    untuk eun. Lalu mereka pun duduk berhadapan
    dan menunggu ice creamnya.
    “Kau tau eun? Aku anggap ini sebagai kencan
    pertamaku denganmu. Jika kita pernah
    jalan-jalan dulu aku tidak pernah merasa akan
    sangat kehilanganmu sekarang.
    Tapi ketakutan itu terjadi padaku sekarang. Aku
    harap waktu berhenti disini
    saja. Aku tidak mau berpisah denganmu.” Ucap
    jimin di dalam hatinya sambil
    menatap mata indah eun.
    “wae? Kenapa kau melihatku seperti itu?” ucap
    naeun yang tiba-tiba pipinya memerah.
    “haha cherry blossom :p” jimin lalu mencubit pipi
    eun gemas.
    “ah mwoya?” ucap eun lalu menutup kedua
    pipinya.
    “haha sudah makanlah, ice creamnya sudah
    datang :p” ucap jimin mengangkat sendok ice
    cream lalu memakan ice creamnya.
    “ne ne ne” ucap eun cemberut dan makan ice
    creamnya juga.
    “dasar jelek” ucap jimin lalu mencolekkan ice
    cream ke pipi eun.
    “hahaha” jimin pun tertawa melihat pipi eun
    yang belepotan ice cream.
    “aisshh yakkk >,

    Cr: Nabila Azmee