Luhanay


Meet The Owner!
This is me...

Img One Img two Img three

Silahkan pilih mau background yang mana aja ^_^

We Chat
Chatting here

  • No Anonym, hate, and secret!
  • Your blog URL please!
  • No harsh words here!


    History
    Baca juga yang lainnya


    Followers
    Follow me





    The Credits!
    Big claps

    Template By: Ayesha
    Basecode from Alina
    Coding by Azzahra
    Some stuff: Hong Tae Ui
    Owner: Nahla Rifatul Fatihah
    Best view on Google Chrome :)
  • Written by Ny.Tae Friday, 11 July 2014 0 ARMY(s)

    TITLE : Pinky Boy, Luhan
    AUTHOR : Nabila
    CAST : EXO MEMBERS
    GENRE : FRIENDSHIP,
    BROTHERSHIP, ETC
    LENGTH : ONESHOOT

    Suara gaduh dari kelas 3 di SMA
    XOXO terus bergema. Pagi itu seperti
    biasanya semuanya sibuk dengan hal
    masing masing. Hingga akhirnya Bel masuk
    pun berbunyi. Kegaduhan dari kelas mulai
    berkurang. Suasana semakin hening saat
    pak guru Sooman masuk ke kelas. Dari
    belakang pak Sooman ada seorang anak
    laki laki.
    “Dia sepertinya anak baru..”
    Bisik Kyungsoo (D.O) kepada Jongin teman
    sebangkunya.
    “Ya, mungkin saja” Jawab
    Jongin (Kai).
    “Selamat Pagi anak-anak, hari
    ini kalian mendapatkan teman baru. Dia
    datang dari Seoul” Jelas pak Sooman,
    “Kau.. Perkenalkan dirimu..”
    Anak baru tadi kemudian
    tersenyum, dan mulai membungkukkan
    badannya sebagai tanda penghormatan.
    Lalu dia memulai memperkenalkan diri..
    “Annyeong.. Namaku Luhan..
    Aku dari Seoul, mohon bimbingan teman-
    teman semua..”
    “Seoul?” Jongdae (Chen)
    keheranan.
    “Kenapa anak kota pindah
    disekolah terpencil didesa sini?” Minseok
    (Xiumin) Ikut keheranan.
    “Aneh..” Wufan (Kris)
    menambahkan.
    “Luhan, dibelakang sana ada
    tempat duduk kosong, silahkan duduk” Pak
    Sooman mempersilahkan duduk.
    Luhan kemudian duduk,
    disampingnya ada Sehun. Mereka kemudian
    melakukan perkenalan singkat.
    “Annyeong, Thehun imnida~”
    “Annyeong, Luhan imnida ^^”
    Pelajaran berlangsung seperti
    biasa, sampai jam istirahat tiba. Mereka
    yang biasanya langsung melahap bekal
    masing masing kemudian berkumpul.
    Membicarakan anak baru tadi.
    “Kau lihat dia makan bekalnya..”
    Tao angkat bicara.
    “Iya, makan bekalnya mewah.
    Tapi kenapa banyak sayuran yang dibentuk
    seperti bunga-bunga aissh~” Chanyeol
    Mengkritik.
    “Jangan jangan dia banci, lihat
    saja. Sweater Rajutnya warna pink.
    Hadeeh~” Berikutnya Kritik dari Baekhyun.
    “Iya, Baekhyun benar! Bisa jadi
    dia.. kekeke” Chanyeol dan yang lainnya
    tertawa.
    “Heh! Kalian sedang apa?
    Kenapa bergosip, seperti anak perempuan
    saja! Sebentar lagi jam istirahat selesai,
    kalian tidak makan, hah!?” Kata Suho si
    ketua kelas.
    Kemudian semuanya bubar. Jam
    istirahat telah selesai, pelajaran kembali
    dilanjutkan. Hingga akhirnya Bel pulang
    berbunyi. Anak anak berhamburan keluar
    kelas.
    “Lihat!” Lay menepuk pundak
    Tao. “Itu anak baru tadikan?”
    “Hm?” Tao mencari arah yang
    Lay maksud. “Oh iya! Itu Luhan, wah anak
    kota. Dijemput dengan mobil. ckckck”
    “Ah sudah lah, biarkan saja anak
    banci itu” Chanyeol tiba tiba datang,
    “Jangan lupa sore ini ya!”
    Sore tiba… Semua anak tadi
    bermain Bola Sepak dilapangan. Semua
    tertawa lepas, permainan tampak seru dan
    menyenangkan. Sejenak permainan mereka
    berhenti. Sebuah Layang-Layang jatuh ke
    tengah lapangan. Semua tampak
    keheranan.
    “Ini punya Thiapa?” Sehun
    memungut layangan itu.
    Lalu dari kejauhan terdengar
    suara orang berlari, semua melihat ke arah
    orang itu.
    “Dia?” Suho merasa kurang
    yakin.
    “Maaf, itu layangan ku” Luhan
    berlari dan tampak kelelahan tapi tetap
    tersenyum khas.
    “Layangan Pink ini?” Baekhyun
    bertanya.
    “Iya? Boleh aku mengambilnya
    kembali” Luhan memintanya dengan sopan.
    Sehun menyerahkan layangan
    itu. “Ini ambilah, Luhan”
    “Gomawo~” Luhan sedikit
    membungkuk, berterimakasih, kemudian
    pergi meninggalkan yang lainnya.
    Semua menunjukan wajah
    keheranan. Kecuali Kris yang sibuk dengan
    Bola dan terkesan cool.
    “Kenapa tidak kita ajak main
    Bola saja tadi?” Kata chanyeol.
    “Sudahlah lupakan saja, ayo kita
    lanjutkan saja mainnya.” Ajak Baekhyun.
    “Ha, Layangan Pink. Aku
    meragukan kelaki-lakiannya” Ejek Chanyeol.
    “Belisiik~” Sehun menarik pipi
    Chanyeol, seolah tidak terima.
    “Heh! Cadel! Apa yang kau
    lakukan! Ini Sakit!” Chanyeol marah,
    kemudian mendorong Sehun.
    BRUK!! Bola mengenai kepala
    Chanyeol.
    “Yakk!! Apa-apaan ini Kris!?”
    Chanyeol semakin meradang, saat dia
    melihat Kris yang menendang Bola tadi ke
    arahnya.
    “Sudahlah, ayo main lagi” Ajak
    Suho.
    Mereka kembali mulai bermain.
    Suho memang memiliki sosok
    kepemimpinan yang sangat baik. Semua
    akan segera patuh saat Suho memberikan
    perintah.
    Keesokan Harinya…
    Suasana kelas kembali gempar
    sama seperti saat pertama Luhan masuk
    kelas. Kali ini saat pelajaran Bimbingan
    Konseling, dimana guru memberikan tugas
    agar mereka maju satu persatu kedepan
    kelas, dan menceritakan tentang keluarga
    masing-masing. Saat giliran Luhan untuk
    maju dan menceritakan tentang
    keluarganya. Dia hanya berdiri terdiam,
    tangannya mengepal kuat, dan kepalanya
    tertunduk. Lalu tiba tiba dia menangis.
    Sambil terbata-bata dia mulai bercerita…
    Seisi kelas menjadi hening…
    Luhan menceritakan tentang
    adiknya, Hanni. Hanni adalah satu satunya
    saudara yang Luhan miliki. Ia sangat
    menyayangi adik perempuannya itu. Hanni
    adalah anak yang lincah, ia sangat pintar
    dan selalu meraih juara kelas. Harusnya
    yang sekarang duduk di kelas 5 SD terpaksa
    harus berhenti sekolah. Hanni menderita
    Kanker Darah yang membuat dokter angkat
    tangan dengan penyakitnya, dengan kata
    lain, Hanni sudah tidak bisa sembuh lagi.
    Luhan sekeluarga pindah ke
    desa agar Hanni bisa menghirup udara
    segar. Hanni sangat menyukai warna Pink.
    Bahkan Sweater Pink yang dipakai Luhan
    adalah rajutan tangannya. Hanni juga
    sangat senang melihat Layang-layang
    terbang dilangit biru. Setiap sore Luhan
    mendorong kursi roda Hanni, dan
    menerbangkan Layang-Layang bewarna
    Pink untuknya.
    “Hanni bertepuk tangan seolah-
    olah aku baru saja menyulapkan pelangi
    dilangit untuknya, dengan senyumnya yang
    manis dia bilang ‘Lebih tinggi! Oppa!
    Terbangkan Lebih Tinggi’” Dengan tangisan
    yang yang tersedu Luhan melajutkan
    ceritanya, “Setiap malamnya aku selalu
    berdoa, Agar Hanni bisa sembuh. Aku
    sangat menyayangi Hanni. Tetapi jika kamu
    harus pergi, Pergi saja.. Tak apa.. Oppa
    akan menerbangkan Layang-layang pink
    kesukaan mu untuk kau lihat dari atas
    awan sana..” Luhan mengakhiri ceritanya.
    Suasana kelas menjadi haru.
    Semua anak perempuan terlihat menangis,
    sedangkan anak laki-laki seperti menahan
    air mata. Cerita Luhan tadi, kemudian di
    sambut dengan Bel pulang. Semua anak
    berhamburan pulang.
    Sore harinya…
    Luhan kembali bermain layang-
    layang bersama adiknya, Hanni.
    “Oppa! Bagus sekali!” Teriak
    Hanni sambil bertepuk tangan.
    “Kau suka? Hehe” Luhan
    mengelus kepala adiknya, itu.
    Tapi tiba-tiba… Layangan Luhan
    putus..
    “Yak! Layangannya Putus!!
    Hanni tunggu sebentar ya! Oppa akan
    mengejar layang-layang itu untuk mu.” Saat
    Luhan akan lari, tiba tiba Hanni menarik
    baju Luhan hingga ia ikut terseret dan jatuh
    dari kursi rodanya. “Hanni!?”
    Hanni tampak kesakitan. “Oppa,
    jangan berlari lagi. Hanni tidak suka melihat
    Oppa kelelalahan Cuma untuk mengejar
    layang-layang Itu buat Hanni.”
    Luhan hanya terdiam kemudian
    memeluk adiknya itu.
    “Luhaan!” Terdengar teriakan
    dari arah belakang.
    Hanni dan Luhan melihat ke
    arah asal suara tersebut. Ternyata yang
    berteriak tadi adalah Sehun. Sehun datang
    bersama teman-teman lainnya. Semua
    membawa layang-layang bewarna pink.
    “Kami ingin bermain layang-
    layang bersama” Chanyeol menunjukan
    layang-layang pinknya. “Aku
    menggambarkan serigala, biar tidak terlalu
    terlihat girly. Kekeke~” Semua tertawa.
    Semua menerbangkan layangan
    mereka bersama. Luhan dan Hanni tampak
    bahagia, tidak hanya ada satu, sekarang
    ada sebelas layangan pink di langit biru.
    “Terimakasih.. Sehun..
    Jongdae.. Kyungsoo.. Jongin.. Lay.. Tao..
    Kris.. Suho.. Minseok.. Chanyeol..
    Baekhyun..” Luhan kembali meneteskan air
    mata haru.
    “Gomawo, OPPADEUL!!” Hanni
    terlihat senang, ia bertepuk tangan. Semua
    tersenyum.. Bahagia..
    naeun pun memakan ice
    creamnya sampai pipinya kembung.
    “haha kyeopta” jimin pun tersenyum lalu
    mmbersihkan ice cream yang ada di sudut bibir
    eun dn yang ada di pipinya.
    “ah~ mashita ^o^” ucap naeun yang sudah
    menghabiskan ice creamnya.
    “kau senang?” Tanya jimin yang berhenti
    memainkn sendok ice crem di tempat ice
    creamnya.
    “hm ne sangat senang, wae hm? ^.^” Tanya eun
    lalu tersenyum bahagia kea rah jimin.
    “hm anni aku senang jika kau senang” jawab
    jimin senyum.
    "sekarang kau mau kemana lagi eun? aku akan
    mengabulkan permintaanmu" ucap jimin lalu
    tersenyum.
    "hm kemana ya? ah ne aku tau aku mau ke
    pantai ^o^" jawab eun semangat.
    "haha arraseo, kajja" ucap jimin lalu keluar dan
    naik bis untuk ke pantai.
    *30 menit kemudian sampai di pantai
    "wahhhhh~~ pantai" eun pun langsung berlalri
    menghampiri ombak kecil di pinggiran pantai.
    "yakk park jimin! ayo kemari ^o^" teriak naeun
    sambil melambaikan tangannya.
    "hm" jimin hanya tersenyum melihat eun yang
    sangat senang lalu berjalan menghampiri eun.
    "haha baru pertama kali aku melihatmu
    sebahagia ini eun" ucap jimin dalam hati sambil
    melihat eun tersenyum bahagia.
    Naeun pun menendang air pantai ke arah jimin
    sampai baju jimin basah. naeun terlihat seperti
    anak kecil, tapi mungkin baginya itu
    menyenangkan apa lagi dia tidak pernah jahil
    pada jimin.
    "yakkk hentikan Son Naeun!" teriak jimin yang
    menutup wajahnya dengan lengan agar tidak
    kena cipratan air yang di tendang oleh naeun
    dari air pantai.
    "hahaha shireo! shireo!" naeun masih
    mencipratkan air ke arah jimin sambil tertawa
    melihat jimin yang basah terkena air"
    "asih kemari kau kemari!" teriak jimin lalu
    mengejar eun"
    "haha aaaa~ andweeee pergilah xD" naeun pun
    berlarian di pinggir pantai menghindari balasan
    jimin.
    "haaa! kena kau! mau lari kemana eoh? :p" jimin
    pun langsung memeluk eun dan tidak
    membiarkan eun lari darinya lagi.
    "haha ampun ampun, maaf xD" ucap naeun
    yang masih tertawa"
    "dasar putri jelek" jimin pun melepaskan
    pelukkannya dan memberantakan rambut
    sahabatnya itu.
    "lihatlah~ pantainya cantik jika mataharinya
    sudah mulai tenggelam." ucap jimin yang sedang
    melihat matahari tenggelam.
    "woahhhh~ yeoppoda~." naeun pun merasa
    terkagum-kagum dengan pemandangan
    matahari terbenam di pantai.
    "aku harap aku dan kau selalu bersama-sama
    dan bahagia meski kau dan aku tidak tau kapan
    akan bertemu lagi. kau tau? bahkan kau lebih
    cantik dari matahari terbenam itu." ucap jimin
    dalam hati sambil melihat ke arah eun yang
    sedang melihat matahari terbenam.
    “ayo aku antar pulang” ucap jimin lalu berdiri.
    “hm ne ^.^” ucap eun lalu berdiri berjalan pergi.
    #SKIP
    *Sesampainya Di Rumah Eun
    “gomawo untuk boneka dan hari ini sangat
    menyenangkan untukku” ucap naeun senyum
    sambil
    memeluk erat jimin lalu melepasnya.
    “ne nado” ucap jimin senyum lalu mengusap
    rambut eun.
    “sampai kapanpun aku akan selalu
    menyayangimu, aku mohon kau jangan pernah
    benci padaku
    eun.” Ucap jimin lalu mencium kening eun
    lembut.
    “eoh? Hm kenapa kau bicara seperti itu? Aku
    tidak pernah membencimu meski kau
    menyebalkan jimin.” Ucap eun menatap
    mata jimin.
    “masuklah sudah malam” ucap jimin senyum
    tipis lalu menyuruh eun masuk.
    “hm baik, hati-hati di jalan. Aku akan bawakan
    makanan lagi besok untukmu ^^” ucap
    eun lalu masuk ke dalam rumah.
    “hm” jimin hanya tersenyum melihat eun
    tersenyum, karena itu akan menjadi senyuman
    terakhir eun untuk jimin sampai entah kapan
    mereka di pertemukan kembali.
    *Besoknya Di Sekolah*
    “aishhh sudah jam 8 lebih dia belum datang
    juga”
    ucap naeun yang sedang duduk di meja jimin
    dan memegang kotak makanan yang dia
    janjikan kemarin untuk jimin.
    “hm? Eun? Sedang apa? Kau menunggu jimin
    datang?” Tanya taehyung seorang teman laki-
    lakinya.
    “hm? Ne, wae?” jawab eun dengan wajah yang
    sedikit heran lalu berdiri.
    “kau tidak tau ya? Jimin pindah sekolah ke luar
    negri. Kemarin appanya kesekolah
    untuk meminta surat izin pada kepala sekolah.
    Dan dia sudah tidak tinggal di
    korea lagi.” Jawab taehyung.
    “m-mwoya? Mworageo? Pindah? Dan tidak
    tinggal disini lagi?” ucap eun yang kaget lalu
    terdiam.
    “mungkin dia tidak mau memberitahumu karena
    dia tidak mau membuatmu khawatir.” Ucap
    taehyung memegang bahu eun lalu pergi.
    “prukkk” kotak makanan yang berisi cheese cake
    itu jatuh ke lantai.
    “park jimin~” perlahan matanya mengeluarkan
    air mata yang mengalir di pipinya yang
    cantik.
    “wae? Kenapa kau tidak bilang padaku hiks~
    kenapa jimin? Kenapa?” naeun sangat
    terpukul dengan keberangkatan pindahnya jimin
    ke luar negri.
    “kenapa aku baru sadar jika kau kemarin tiba-
    tiba mengajakku jalan-jalan dan sikapmu
    tidak seperti biasanya.” Naeun pun terduduk
    lemas di kursi yang selalu jimin
    tempati.
    “aku tidak akan pernah menemukan sahabat
    sepertimu lagi, maafkan aku hiks~” air
    matanya masih mengalir di pipinya dan tiba-tiba
    seorang namja yang menghapus
    air matanya.
    “jangan menangis” ucap kai sambil perlahan
    memeluk naeun.
    “hiks~ hiks” naeun yang hanya diam dan
    menangis tidak bisa lagi mengucapkan kata-
    kata.
    “dia akan sedih jika kau juga sedih” ucap kai
    sambil mengusap rambut eun.
    “mianhae Son Naeun~ Saranghae~” ucap jimin
    meneteskan air mata sambil melihat keluar
    jendela pesawat.
    *7 Tahun Kemudian*
    *Di Café*
    “ah gomawo ^^” ucap naeun sambil mengambil
    cheese cake pesanannya.
    “brukkk” tiba-tiba seorang namja yang berjalan
    tidak sengaja menabraknya.
    “eoh? Cheoseohamnida bow”
    “hm? Ah gwenchana” ucap eun senyum sambil
    mengambil kantong makanan yang jatuh.
    "mungkinkah itu kau eun?" tanya jimin dalam
    hati.
    “Son Naeun~?” namja itu jongkok lalu menatap
    wajahnya.
    “eoh?” naeun pun mengangkat wajahnya agar
    bisa melihat wajah namja itu.
    “park jimin” ucap naeun kaget lalu sama-sama
    menatap wajahnya.
    “hm” jimin pun tersenyum lembut menatap mata
    eun.
    “hm kau~” naeun pun tersenyum dengan mata
    yang berkaca-kaca.
    “Senyuman dan suaramu yang indah akan
    mempertemukan kita kembali” ucap jimin 7
    tahun yang
    lalu saat di pesawat. 

    Cr: Nabila Azmee