Blog ini berisi random post. ada matematika ada sains ada lirik lagu pokoknya campuran semua ada kkk~ turial blog ada, freebies juga ada. dan sebagainya..

Read More

Rahasia Harvest Moon Back To Nature

Kumpulan rahasia tentang game play station 1 harvest moon back to nature
Read More

HYUN Family

Keluarga Hyun yang terdiri dari Jung Daehyun, Byun Baekhyun, dan Kim Taehyung
Read More

Dapatkah Air dan Minyak Bercampur?

Apa kalian pikir air dan minyak dapat bercampur? Bagaimana caranya?
Read More

MEME KPOP (Own Made)

Foto MEME K-POP buatan saya sendiri
Read More

Cara Mengubah Tampilan Widget ask.fm

Bosen kan dengan tampilan widget ask.fm yang itu-itu aja

Friday, 11 July 2014

FF Now I Know. Not Him But You♥

Title : Now I Know. Not Him But You♥
Length : One Shot
Cast: Son Naeun / Naeun
Kim Jong In / Kai
Park Jimin / Jimin
Genre: Romance, Sad

Bel sekolah pun berbunyi itu tandanya pelajaran
telah selesai dan semua murid pun
mulai berhamburan dari kelas dan bersiap
pulang ke rumah masing-masing.
“yak Son Naeun!” ucap laki-laki tinggi berwajah
manis itu sambil mengejar perempuan yang
sedang berjalan keluar gerbang sekolahnya.
“hm? Park Jimin? Ada apa?” Naeun pun
menoleh kea rah jimin yang berhenti berlari di
sebelahnya.
“hosh~hosh~” jimin mengeluarkan nafasnya
yang kelelahan mengejar gadis cantik berambut
hitam
panjang ikal itu.
“haha kau lupa eoh? Kau janji akan pulang
bersamaku” ucap jimin sambil merangkul bahu
naeun yang pendek.
“ne ne arraseo~ aku tau” ucap naeun sambil
senyum kecil.
“tapi pertama-tama antar aku dulu membeli
cheese cake ne?” Tanya eun sambil berjalan
menuju halted an menunggu bis datang.
“baik tuan putrid :p” jimin pun mencubit pipi eun
gemas sambil tertawa.
“yakkk!! hentikan!!! >.<” naeun pun memajukan
bibirnya cemberut karena sikap jimin
yang jahil padanya.
“haha jangan marah eoh, kau akan tambah jelek
jika cemberut seperti itu” ucap jimin
mencubit pipi eun lagi dan lari menghampiri bis
yang datang lalu masuk.
“aisshhh~ yakkk! Park Jimin! >o<” teriak eun
kesal. Eun pun masuk ke bis lalu duduk
di samping jimin.
“hh~ kenapa aku harus punya sahabat yang
menyebalkan sepertimu” ketus eun dengan
muka yang masih cemberut dan kesal.
“haha mianhae” ucap jimin lalu tersenyum
lembut kea rah eun.
“haha yakk mwoya? Senyum apa itu? So keren
sekali” ucap eun sambil tertawa menjitak
kepala jimin.
“sudah berapa kali kau minta maaf padaku? Aku
rasa tidak terhitung lagi. Karena kau
sangat menyebalkan Park Jimin” kata naeun
sambil melihat ke luar jendela bis.
Naeun memang selalu begitu, jika dia sedang di
dalam kendaraan dia selalu
melihat ke luar jendela entah kenapa dia
memang menyukai melihat luar di dalam
jendela kendaraan.
“sudahlah kau jangan marah-marah terus, kau
mau cepat tua hm?” ucap jimin lalu memencet
hidung naeun pelan.
“aisshh arraseo arra” ucap eun lalu diam.
“ayo turun, kita sudah sampai di cafenya” ucap
jimin lalu keluar dari bis.
“ne” ucap eun lalu keluar dari bis juga.
Naeun dan Jimin pun masuk ke dalam Café
untuk mengantar naeun membeli cheese cake.
Gadis itu lalu berjalan melihat menu yang ada di
Café sambil memegangi kedua
tali ranselnya.
“ah itu, aku ingin cheese cake dengan toping
coklat” naeun pun menunjuk salah satu
cheese cake yang ada di menu.
“baik nona, ada lagi yang ingin di pesan?” Tanya
pelayan Café.
“kau mau pesan sesuatu?” Tanya eun pada
jimin.
“hm aku mau Cappucino saja”ucap jimin sambil
melihat menu.
“dan Cappucino saja” ucap eun pada pelayan
Café.
“baik silahkan tunggu sebentar” kata pelayan
lalu pergi membuat pesanan.
Mereka berduapun duduk di kursi Café dan
saling berhadapan. Sambil menunggu pesanan
mata naeun melihat kesana kemari suasana
Café sampai tidak sengaja dia melihat
Sunbaenya di sekolah. Ya dia Kim Jong In atau
lebih dikenal sebagai kai. Dia
pria yang di sukai naeun. Naeun sangat
menyukainya meski selama ini dia hanya
memerhatikannya dari jauh.
“eoh? Untuk apa dia kesini?” naeun bertanya-
tanya di dalam hatinya sambil melihat kai
dari jauh.
“aku pesan satu cheese cake” ucap kai ke
pelayan.
“hm? Dia membeli cheese cake? Apa dia
menyukai cheese cake juga? Naeun masih
penasaran
dan terus bertanya-tanya di hatinya.
“hm? Kenapa dia?” ucap jimin yang sedang
melihat naeun melihat ke arah tempat
pemesanan.
“gwenchana?” ucap jimin yang menjentikan
jarinya di depan wajah naeun.
“eoh? Ah gwenchana hehe” naen pun refleks
melihat ke arah jimin dan tidak memperhatikan
kakak kelas yang dia sukai lagi.
“ini pesananmu nona” ucap pelayan yang
memberikan pesanannya.
“ah nde khamsamida~” ucap jimin lalu
membawanya.
Naeun yang tidak lepas memperhatikan kai pun
melihatnya kembali keluar Café sambil
membawa
makanannya. Laki-laki bertubuh tinggi dan
berkulit gelap tampan itu memang
sangat berkharisma. Apa lagi jika setiap pergi ke
sekolah dia selalu memakai
motor besarnya itu.
“ oppa~ nan neommu choae~ gumam naeun
sambil melihat kai yang pergi dengan
mengendarai
motornya.
“hm? Mworageo?” Tanya jimin yang langsung
melihat kea rah eun.
“hehe annio gwenchana, ayo pulang” ucap naeun
sambil menarik tangan jimin keluar dari
Café.
“hm? Dasar yeoja aneh” ucap jimin heran
melihat naeun.
Jimin pun mengantar naeun pulang ke
rumahnya.
*Besok nya di sekolah*
“aishh kenapa harus aku?” ucap naeun kesal
sambil berjalan ke gudang sekolah mengambil
papan tulis kecil.
Naeun pun berjalan ke gudang. Gudang memang
dekat sanggar tari sekolah. Disana banyak
murid yang berlatih menari. Pemimpin tari murid
kelas 3 SMA adalah kai. Dia
sangat pandai menari dia sangat mengagumkan
jika menari. Terdengar lagu jazz
dari ruangan sanggar saat naeun berjalan
melewatinya.
“eoh? Siapa itu yang berlatih sendirian?” sambil
mengjinjitkan kakinya naeun melihat
dari kaca siapa yang menari sendirian.
“eoh? Kai oppa” pipi naeun pun langsung
memerah dan membalikan badannya
membelakangi
kaca lalu jongkok.
“aigooo~ dia megagumkan sekali >///<” ucap
eun sambil meremas rok sekolahnya.
“siapa itu yang di balik jendela?” teriak kai lalu
berjalan mendekat ke arah pintu
untuk memeriksanya.
Naeun pun lalumeberanikan diri untuk berjalan
dan berdiri di depan pintu. Kai pun
meraih gagang pintu itu lalu membukanya.
“hm? Kau siapa? Kenapa tidak masuk? Apa kau
mau berlatih juga?” Tanya kai tersenyum
melihat eun yang sedang berdiri di depannya.
“eoh? A-annia~ aku hanya kebetulan lewat sini
dan aku melihatmu sedang menari. Aku
senang melihatmu menari kau mengagumkan”
ucap naeun bicara pelan dengan
menyembunyikan pipinya yang merah dengan
kepala sedikit menunduk.
“ah begitu, arraseo.hm waeyo? Knpa kau
menunduk begitu? Apa wajahku menyeramkan?”
tanya kai tertawa kecil.
“eoh? Hm? Annia gwenchana” naeun pun
langsung mengangkat kepalanya agar tidak
menunduk lagi dengan pipi yang masih blushing.
“bolehkah aku melihat oppa menari? ^-^”Tanya
naeun senyum ke arah kai”
“tentu saja, ayo masuk” jawab kai senyum lalu
mengajak naeun masuk ke dalam sanggar.
Kai pun berjalan ke arah tip kecil dan memutar
lagunya. Dia pun berjalan dan menghadap
ke cermin besar di tembok sanggar. Langkah
kaki dan badannya mulai menari.
“waahhh~ daebak” ucap eun yang sedang duduk
memperhatikan orang yang di sukainya itu
sedang menari dihadapannya.
“aku tidak menyangka jika aku akan dudu dan
melihatmu menari sedekat ini. Kau tau
oppa? Aku senang sekali, dan aku sangat
menyukaimu. Bukan sebagai fansmu tapi
sebagai yeoja chingu mu.” ucap eun dalam hati
dengan mata yang terus melihat
kai menari.
“hh~ selesai. Bagaimana? Kau suka?” Tanya kai
yang sudah selesai menari dan berjalan
mendekat kea rah eun.
“eoh? Hm? Haha daebak ^o^/\” ucap naeun
sambil tepuk tangan.
“hm gomawo” ucap kai senyum lalu duduk di
samping eun.
Naeun melepaskan ransel yang ada di
punggungnya. Lalu dia membuka sleting
ranselnya
dan mengambil sebotol minum dan kotak
makanan.
“igo untukmu” naeun pun menyodorkan botol
minum sekaligus kotak makannya ke hadapan
kai malu-malu.
“hm? Untukku? Kau yakin? Apa kau tidak akan
memakannya hm?” Tanya kai tertawa kecil.
“aishhh annia terima saja, ini sebagai balasan
karena oppa mau menari untukku ^.^”jawab
naeun dengan senyum lembutnya.
“arraseo gomawo” ucap kai tersenyum lalu
mengusap rambut eun dan mengambil botol
sekaligus kotak makannya.
“eoh? Hm nde cheonma” pipi naeun semakin
memerah melihat kai yang sangat ramah
padanya.
“aaaaaaaaaaa!! Rasanya aki ingin teriak. Aku
senang sekali. Aku tidak menyangka akan
sedekat
ini dengannya sampai – sampai aku lupa aku
harus pergi ke gudang untuk mengambil
sesuatu.” Teriak eun dalam hati yang melihat
kai tersenyum padanya.
“ah iya benar aku harus ke gudang!” gumam eun
lalu berdiri.
“aku harus pergi dulu, semoga kau suka dengan
makanan yang aku berikan untukmu ^^”
naeun lalu membungkukkan badannya dan lari
keluar sanggar.
“eoh? Hm? Aneh” ucap kai yang melihat eun lari
keluar.
“dia lucu” ucap kai sambil membuka kotak
makanan yang di berikan eun.
“hm? Cheese cake? Bagaimana dia bisa tau
makanan kesukaanku. Hm mungkin hanya
kebetulan” ucap kai lalu memakan cheese
cakenya.
*Sesudah dari gudang*
Naeun pun masuk ke kelas dan duduk di
bangkunya.
“heyy son naeun kemana saja kau? Aku
mencarimu kemana-mana kau tidak ada
ternyata ada
disini. Dasar pabo :p” ucap jimin lalu
memberantakkan rambut eun pelan.
“yakk hentikan, aku tidak akan memukulmu lagi.
Karena aku sedang senang haha” ucap
eun senyum sambil merapihkn rambutnya.
“hm? Senang? Kenapa? Pasti karena melihat
wajah tampanku kan? Aku benar kan? Haha”
Tanya jimin tertawa keras.
“haha bukan :p aku senanga karena aku bisa
melihat kai oppa menari tadi” jawab eun
sambil menatap jahil jimin.
“aishhhh namja itu lagi yang kau bicarakan,
sudah aku tidak mau mendengarnya” jimin pun
merasa kesal lalu berjalan pergi meninggalkan
kelas.
“eoh? Yakk! Park jimin! Kau mau kemana?”
teriak eun lalu berdiri melihat jimin yang
pergi.
“kenapa dia selalu begitu jika aku cerita tentang
orang yang aku sukai? Dia aneh
sekali” naeun pun kembali duduk.
Jimin yang terlihat kesal dia pun berjalan ke
taman belakang sekolah dan duduk di
dekat pohon. Sepertinya dia sangat kesal jika
eun suka pada namja lain. Sejak
pertama bertemu eun pada kelas 1 SMP jimin
sudah menyukai eun. Bahkan sampai
sekarang ia masih menyukainya. Tapi dia takut
mengatakannya karena dia takut
menghancurkan persahabatan dengannya. Tapi
sepertinya dia sudah tidak tahan
lagi memendam perasaannyapada eun .
“kenapa kau tidak sadar juga eun? Selama 3
tahun aku selalu ada di sampingmu dan aku
sangat menyukaimu. Aku tau tidak seharusnya
aku menyukaimu. Arrrrgggghhhh!”
teriak jimin marah lalu memukul pohon
sampai tangannya berdarah.
“park jimin eoddiseoyeo?” teriak eun yang
melihat sekitar sekolah mencari jimin.
“pasti dia sedang di taman” naeun pun berjalan
menuju taman belakang sekolah untuk
memastikan apa ada jimin di sana.
“sudah kuduga kau ada disini” ucap eun yang
melihat jimin bersandar di pohon besar sambil
menunduk.
“jimin-ya~” ucap naeun berjalan mendekat ke
arah jimin lalu duduk di sampingnya.
“hm? Mau apa kau kesini? Tanya jimin sedikit
sinis.
“eoh? Yak kenapa kau berubah? Apa kau marah
padaku gara-gara kejadian tadi di kelas?
Tanya eun dengan wajah khawatir. Jimin adalah
sahabatnya sejak eun masih di
bangku SMP dan mereka sangat dekat. Naeun
khawatir jika jimin begitu padanya.
“aku tidak berbeda” ucap jimin dingin.
“lalu kenapa kau dingin begitu padaku eoh? Kau
tau aku khawatir padamu. Kenapa kau tidak
mau
cerita apa yang terjadi padamu? >.<” ucap
naeun yang menatap wajah dingin
jimin.
“eoh? Dan ini kenapa?! Ada apa dengan
tanganmu?!” Tanya eun lalu memegang tangan
jimin sambil melihat luka yang ada di
tangannya.
“hm gwenchana, kau tidak usah khawatir” jimin
pun melepaskan tangan eun yang sedang
memegang tangannya yang berdarah.
“t-tapi..” ucapan eun terpotong dengan jimin
yang langsung merebahkan kepalanya dip aha
eun.
“sudahlah aku tidak apa-apa kau tidak perlu
khawatir” ucap jimin tersenyum tipis lalu
memejamkan matanya.
“hm~ arra~” ucap eun bicara pelan sedikit
menunduk.
“mianhae jika aku selalu membuatmu marah”
ucap eun dalam hati lalu mengusap rambut jimin
yang sedang rebahan di pahanya.
“naeunna~” ucap jimin pelan yang masih
memejamkan matanya.
“hm? Wae?” jawab eun yang masih melihat
wajah jimin yang masih memejamkan matanya.
“aku menyukaimu”ucap jimin masih
memejamkan matanya.
“eoh? Haha bercandamu tidak lucu” naeun pun
tertawa kecil.
“hm” jimin pun bangun lalu ia duduk menghadap
kea rah eun.
“wae? Aku tidak bercanda. Sudah lama aku
menyukaimu tapi aku takut menghancurkan
persahabatan kita saja. Aku selalu kesal marah
dan cemburu jika kau
menceritakan namja yang kau sukai. Aku tidak
suka karena aku menyukaimu. Aku
menyayangimu sampai-sampai aku tidak mau
kehilanganmu. Aku tau kau tidak
menyukaiku kan? Tapi aku harap kau
mempunyai perasaan yang sama denganku.”
Ucap
jimin sambil menatap lembut naeun.
“eoh? Hm?” naeun pun menunduk. Dia tidak tau
harus bilang apa padanya. Karena memang
benar dia hanya menyayangi jimin sebagai
sahabatnya terlebih sebagai sahabat
yang selalu melindunginya.
“sudah tidak perlu katakan apa-apa, aku sudah
tau apa yang kau pikirkan.” Jimin pun
tersenyum lalu mengusap rambut panjang eun
dengan lembut. Senyumlah kau sangat
cantik jika tersenyum dan aku menyukai itu.”
Ucap jimin yang mengusap pipi eun.
“hm park jimin~ jeongmal mianhae” naeun pun
perlahan menangis.
“uljimayo~” jiminpun lalu memeluk naeun.
“hiks~ hiks~ pasti aku menyakitimu selama ini,
maafkan aku” naeun pun berurai air mata
di pipinya.
“ini bukan salahmu aku menyukaimu, tapi
perasaan ini sendiri yang muncul tanpa aku
sadari.” Ucap jimin yang masih memeluk eun.
“jangan menangis, lupakan aku pernah bilang ini
padamu dan aku ingin kau tetap bersikap
seperti dulu padaku.” Jimin pun melepaskan
pelukkannya dan menghapus air mata
di pipi eun.
“hm~ arra~” jwb naeun tersenyum dengan mata
yang masih berkaca-kaca.
*Di Rumah Jimin
“mwo? Sesudah ujian sekolah? Aishhh shireo!
Kenapa aku harus pergi? Aku mau disini
saja!.” Teriak jimin pada ayahnya.
“yakkk dasar anak tidak tau diri! Kau harus
menurut pada orang tuamu! Aku akan beli
tiket untuk penerbangan minggu depan ke
Jerman besok. Kau akan meneruskan sekolah
disana lalu bekerja di perusahaan ayah.
Sudahlah jangan melawan keputusanku
sudah bulat!.” Bantah ayah jimin lalu pergi
kembali ke kantornya.
“arrrrggghhhh! Kenapa dia selalu mementingkan
kepentingannya sendiri? Dia tidak pernah
memikirkan perasaanku. Dia tidak seperti ibu
yang sangat mengerti aku” teriak
jimin sangat marah.
“Seenaknya saja mengatur hidupku tanpa
mementingkan perasaanku!. Hh~ aku lelah
dengan sikap appa yang selalu begitu.”
Jimin pun termenung dan menurunkan badannya
terduduk di lantai sambil menunduk.
“jika aku pergi aku tidak bisa di samping eun
lagi, aku tidak bisa melindunginya, aku
tidak bisa melihat senyumnya lagi.”jimin pun
mengeluakan nafas yang seakan
keputus asaan.
*Keesokan Harinya Di Sekolah*
Naeun yang sedang duduk di bangku taman
sekolah, terlihat namja yang sedang berjalan
menghampirinya.
“hey~ Son Naeun~” sapa kai lalu duduk di
sebelah naeun.
“eoh? Oppa? Dari mana oppa tau namaku son
naeun?” naeun kaget dan refleks langsung
menoleh kea rah kai.
“haha dari teman sekelasmu. Hm igo gomawo
untuk cheese cakenya”. Ucap kai lalu
memberikan kotak makannya pada eun.
“hm? Ah nde cheonma, apa oppa menyukainya?
^.^”Tanya eun tersenyum sambil mengambil
kotak makan yang kai berikan.
“ne, aku menyukai cheese cake. Kenapa kau tau
eun?” Tanya kai sambil menatap wajah eun.
“eoh? Hm haha ah itu mungkin hanya kebetulan
kk~” jawab eun sambil menggaruk tengkuknya
malu.
“jinjja? Hm arra :p” ucap kai tertawa kecil.
“naeun~ aku bawakan..” tiba – tiba ucapan
jimin terhenti karena melihat kai dengan
naeun sedang duduk bersama.
“cheese cake untukmu.” Jimin melanjutkan
ucapannya dalam hati dengan wajah yang sedih.
“eoh? Park jimin?” naeun pun menoleh ke
belakang yang ternyata ada jimin yang tidak
jauh berada di belakangnya.
“hey kemari :D” naeun lalu melambaikan
tangannya untuk memanggil jimin kemari.
Jimin pun terpaksa kesana karena naeun sudah
melihatnya. Dia akan sangat malas sekali
jika melihat kai bersamanya. Sebenarnya dia
tidak mau kesana jika bukan eun
yang minta. Rasanya jimin akan langsung pergi.
“ada apa?” Tanya jimin jalan mendekat kea rah
eun dan kai.
“oppa perkenalkan ini Park Jimin sahabatku ^-^
dan Park Jimin ini kai oppa” ucap eun
mengenalkan jimin pada Kai dan begiu
sebaliknya.
“hm nde annyeong Kim Jong In imnida senior
kelas 12 panggil saja aku kai.” Ucap kai
senyum.
“hm ne annyeong Park Jimin imnida junior kelas
10. Bangapta hyung” balas sapaan kai
sambil bow (menundukkan badan).
“sepertinya aku harus pergi, teruskan saja” ucap
jimin lalu berjalan pergi.
“hm? Kenapa dia?” Tanya kai aneh melihat jimin
yang langsung berjalan pergi.
“hm dia memang begitu oppa” muka sedikit
sedih sambil melihat jimin pergi.
“ah begitu, arraseo.” Ucap kai.
Selama satu bulan akhirnya naeun dekat sekali
dengan kai. Dan sepertinya kai mulai
menyukai naeun. Bersama - sama mereka
melakukan hal yang mereka sukai mulai
dari makan cheese cake bersama sampai kai
mengajarkan naeun menari. Jimin pun
sengaja membiarkan naeun dekat dengan orang
yang dia sukai. Karena jika naeun
bahagia jimin pun akan bahagia meski hatinya
sakit melihat kebersamaan kai
dengan naeun. Setelah selesai ujian sekolah
saat itulah yang sangat jimin
tunggu – tunggu mengajak eun jalan- jalan
untuk terakhir kalinya.
“hey Son Naeun” ucap jimin lalu merangkul
bahunya.
“eoh? Jimin. Ada apa? :p”Tanya eun.
“ayo ikut aku” jimin langsung memegang tangan
eun dan pergi ke suatu tempat.
#SKIP
* Di Arena Permainan *
“aku akan traktir koin yang banyak untukmu :p”
ucp jimin langsung membeli banyak
koin.
“wahhh asyiikkk ^o^” naeun terlihat sangat
senang sekali.
“ayo kita bermain, kemari eun ikuti aku.” ajak
jimin ke arena menembak botol dari
jarak yang jauh.
“aku akan mendapatkan boneka besar itu
untukmu” ucap jimin di dalam hati.
“haha memang kau bisa menembak dengan
tepat eoh? :p” Tanya eun jahil.
“kau meremehkanku hm? Lihat saja nanti.”
Ucap jimin lalu mengambil pistol
permainannya lalu mulai menembakkannya ke
sasaran.
Permainan pun selesai lalu jimin pun mendapat
skor yang lumayan cukup besar untuk
mendapatkan boneka beruang yang besar itu.
“wahhhh daebak, kau hebat ^o^” ucap eun sambil
memeluk jimin.
“haha tentu saja :p” ucap jimin lalu mengusap
rambut eun.
“aku ingin menukarnya dengan boneka beruang
besar itu” ucap jimin yang menunjuk
boneka beruang besar.
“baik tuan ^^” ucap pemilik arena permainan itu
sambil mengambil boneka lalu
membungkusnya.
“igo,chukkae” ucap pemilik arena permainan itu
sambil memberikan bonekanya pada
jimin.
“khamsamida~ *bow” ucap jimin sambil
menggendong bonekannya.
“igo untukmu eun” ucap jimin tersenyum lalu
memberikannya pada eun.
“eoh? Gomawo, aku menyukainya ^o^” jawab eun
sambil memeluk bonekanya.
“sekarang ayo makan ice cream” jimin lalu
menggenggam tangan eun dan berjalan lalu
membeli ice cream.
Jimin pun memesan 2 ice cream untuknya dan
untuk eun. Lalu mereka pun duduk berhadapan
dan menunggu ice creamnya.
“Kau tau eun? Aku anggap ini sebagai kencan
pertamaku denganmu. Jika kita pernah
jalan-jalan dulu aku tidak pernah merasa akan
sangat kehilanganmu sekarang.
Tapi ketakutan itu terjadi padaku sekarang. Aku
harap waktu berhenti disini
saja. Aku tidak mau berpisah denganmu.” Ucap
jimin di dalam hatinya sambil
menatap mata indah eun.
“wae? Kenapa kau melihatku seperti itu?” ucap
naeun yang tiba-tiba pipinya memerah.
“haha cherry blossom :p” jimin lalu mencubit pipi
eun gemas.
“ah mwoya?” ucap eun lalu menutup kedua
pipinya.
“haha sudah makanlah, ice creamnya sudah
datang :p” ucap jimin mengangkat sendok ice
cream lalu memakan ice creamnya.
“ne ne ne” ucap eun cemberut dan makan ice
creamnya juga.
“dasar jelek” ucap jimin lalu mencolekkan ice
cream ke pipi eun.
“hahaha” jimin pun tertawa melihat pipi eun
yang belepotan ice cream.
“aisshh yakkk >,

Cr: Nabila Azmee
Read More

FF Pinky Boy, Luhan

TITLE : Pinky Boy, Luhan
AUTHOR : Nabila
CAST : EXO MEMBERS
GENRE : FRIENDSHIP,
BROTHERSHIP, ETC
LENGTH : ONESHOOT

Suara gaduh dari kelas 3 di SMA
XOXO terus bergema. Pagi itu seperti
biasanya semuanya sibuk dengan hal
masing masing. Hingga akhirnya Bel masuk
pun berbunyi. Kegaduhan dari kelas mulai
berkurang. Suasana semakin hening saat
pak guru Sooman masuk ke kelas. Dari
belakang pak Sooman ada seorang anak
laki laki.
“Dia sepertinya anak baru..”
Bisik Kyungsoo (D.O) kepada Jongin teman
sebangkunya.
“Ya, mungkin saja” Jawab
Jongin (Kai).
“Selamat Pagi anak-anak, hari
ini kalian mendapatkan teman baru. Dia
datang dari Seoul” Jelas pak Sooman,
“Kau.. Perkenalkan dirimu..”
Anak baru tadi kemudian
tersenyum, dan mulai membungkukkan
badannya sebagai tanda penghormatan.
Lalu dia memulai memperkenalkan diri..
“Annyeong.. Namaku Luhan..
Aku dari Seoul, mohon bimbingan teman-
teman semua..”
“Seoul?” Jongdae (Chen)
keheranan.
“Kenapa anak kota pindah
disekolah terpencil didesa sini?” Minseok
(Xiumin) Ikut keheranan.
“Aneh..” Wufan (Kris)
menambahkan.
“Luhan, dibelakang sana ada
tempat duduk kosong, silahkan duduk” Pak
Sooman mempersilahkan duduk.
Luhan kemudian duduk,
disampingnya ada Sehun. Mereka kemudian
melakukan perkenalan singkat.
“Annyeong, Thehun imnida~”
“Annyeong, Luhan imnida ^^”
Pelajaran berlangsung seperti
biasa, sampai jam istirahat tiba. Mereka
yang biasanya langsung melahap bekal
masing masing kemudian berkumpul.
Membicarakan anak baru tadi.
“Kau lihat dia makan bekalnya..”
Tao angkat bicara.
“Iya, makan bekalnya mewah.
Tapi kenapa banyak sayuran yang dibentuk
seperti bunga-bunga aissh~” Chanyeol
Mengkritik.
“Jangan jangan dia banci, lihat
saja. Sweater Rajutnya warna pink.
Hadeeh~” Berikutnya Kritik dari Baekhyun.
“Iya, Baekhyun benar! Bisa jadi
dia.. kekeke” Chanyeol dan yang lainnya
tertawa.
“Heh! Kalian sedang apa?
Kenapa bergosip, seperti anak perempuan
saja! Sebentar lagi jam istirahat selesai,
kalian tidak makan, hah!?” Kata Suho si
ketua kelas.
Kemudian semuanya bubar. Jam
istirahat telah selesai, pelajaran kembali
dilanjutkan. Hingga akhirnya Bel pulang
berbunyi. Anak anak berhamburan keluar
kelas.
“Lihat!” Lay menepuk pundak
Tao. “Itu anak baru tadikan?”
“Hm?” Tao mencari arah yang
Lay maksud. “Oh iya! Itu Luhan, wah anak
kota. Dijemput dengan mobil. ckckck”
“Ah sudah lah, biarkan saja anak
banci itu” Chanyeol tiba tiba datang,
“Jangan lupa sore ini ya!”
Sore tiba… Semua anak tadi
bermain Bola Sepak dilapangan. Semua
tertawa lepas, permainan tampak seru dan
menyenangkan. Sejenak permainan mereka
berhenti. Sebuah Layang-Layang jatuh ke
tengah lapangan. Semua tampak
keheranan.
“Ini punya Thiapa?” Sehun
memungut layangan itu.
Lalu dari kejauhan terdengar
suara orang berlari, semua melihat ke arah
orang itu.
“Dia?” Suho merasa kurang
yakin.
“Maaf, itu layangan ku” Luhan
berlari dan tampak kelelahan tapi tetap
tersenyum khas.
“Layangan Pink ini?” Baekhyun
bertanya.
“Iya? Boleh aku mengambilnya
kembali” Luhan memintanya dengan sopan.
Sehun menyerahkan layangan
itu. “Ini ambilah, Luhan”
“Gomawo~” Luhan sedikit
membungkuk, berterimakasih, kemudian
pergi meninggalkan yang lainnya.
Semua menunjukan wajah
keheranan. Kecuali Kris yang sibuk dengan
Bola dan terkesan cool.
“Kenapa tidak kita ajak main
Bola saja tadi?” Kata chanyeol.
“Sudahlah lupakan saja, ayo kita
lanjutkan saja mainnya.” Ajak Baekhyun.
“Ha, Layangan Pink. Aku
meragukan kelaki-lakiannya” Ejek Chanyeol.
“Belisiik~” Sehun menarik pipi
Chanyeol, seolah tidak terima.
“Heh! Cadel! Apa yang kau
lakukan! Ini Sakit!” Chanyeol marah,
kemudian mendorong Sehun.
BRUK!! Bola mengenai kepala
Chanyeol.
“Yakk!! Apa-apaan ini Kris!?”
Chanyeol semakin meradang, saat dia
melihat Kris yang menendang Bola tadi ke
arahnya.
“Sudahlah, ayo main lagi” Ajak
Suho.
Mereka kembali mulai bermain.
Suho memang memiliki sosok
kepemimpinan yang sangat baik. Semua
akan segera patuh saat Suho memberikan
perintah.
Keesokan Harinya…
Suasana kelas kembali gempar
sama seperti saat pertama Luhan masuk
kelas. Kali ini saat pelajaran Bimbingan
Konseling, dimana guru memberikan tugas
agar mereka maju satu persatu kedepan
kelas, dan menceritakan tentang keluarga
masing-masing. Saat giliran Luhan untuk
maju dan menceritakan tentang
keluarganya. Dia hanya berdiri terdiam,
tangannya mengepal kuat, dan kepalanya
tertunduk. Lalu tiba tiba dia menangis.
Sambil terbata-bata dia mulai bercerita…
Seisi kelas menjadi hening…
Luhan menceritakan tentang
adiknya, Hanni. Hanni adalah satu satunya
saudara yang Luhan miliki. Ia sangat
menyayangi adik perempuannya itu. Hanni
adalah anak yang lincah, ia sangat pintar
dan selalu meraih juara kelas. Harusnya
yang sekarang duduk di kelas 5 SD terpaksa
harus berhenti sekolah. Hanni menderita
Kanker Darah yang membuat dokter angkat
tangan dengan penyakitnya, dengan kata
lain, Hanni sudah tidak bisa sembuh lagi.
Luhan sekeluarga pindah ke
desa agar Hanni bisa menghirup udara
segar. Hanni sangat menyukai warna Pink.
Bahkan Sweater Pink yang dipakai Luhan
adalah rajutan tangannya. Hanni juga
sangat senang melihat Layang-layang
terbang dilangit biru. Setiap sore Luhan
mendorong kursi roda Hanni, dan
menerbangkan Layang-Layang bewarna
Pink untuknya.
“Hanni bertepuk tangan seolah-
olah aku baru saja menyulapkan pelangi
dilangit untuknya, dengan senyumnya yang
manis dia bilang ‘Lebih tinggi! Oppa!
Terbangkan Lebih Tinggi’” Dengan tangisan
yang yang tersedu Luhan melajutkan
ceritanya, “Setiap malamnya aku selalu
berdoa, Agar Hanni bisa sembuh. Aku
sangat menyayangi Hanni. Tetapi jika kamu
harus pergi, Pergi saja.. Tak apa.. Oppa
akan menerbangkan Layang-layang pink
kesukaan mu untuk kau lihat dari atas
awan sana..” Luhan mengakhiri ceritanya.
Suasana kelas menjadi haru.
Semua anak perempuan terlihat menangis,
sedangkan anak laki-laki seperti menahan
air mata. Cerita Luhan tadi, kemudian di
sambut dengan Bel pulang. Semua anak
berhamburan pulang.
Sore harinya…
Luhan kembali bermain layang-
layang bersama adiknya, Hanni.
“Oppa! Bagus sekali!” Teriak
Hanni sambil bertepuk tangan.
“Kau suka? Hehe” Luhan
mengelus kepala adiknya, itu.
Tapi tiba-tiba… Layangan Luhan
putus..
“Yak! Layangannya Putus!!
Hanni tunggu sebentar ya! Oppa akan
mengejar layang-layang itu untuk mu.” Saat
Luhan akan lari, tiba tiba Hanni menarik
baju Luhan hingga ia ikut terseret dan jatuh
dari kursi rodanya. “Hanni!?”
Hanni tampak kesakitan. “Oppa,
jangan berlari lagi. Hanni tidak suka melihat
Oppa kelelalahan Cuma untuk mengejar
layang-layang Itu buat Hanni.”
Luhan hanya terdiam kemudian
memeluk adiknya itu.
“Luhaan!” Terdengar teriakan
dari arah belakang.
Hanni dan Luhan melihat ke
arah asal suara tersebut. Ternyata yang
berteriak tadi adalah Sehun. Sehun datang
bersama teman-teman lainnya. Semua
membawa layang-layang bewarna pink.
“Kami ingin bermain layang-
layang bersama” Chanyeol menunjukan
layang-layang pinknya. “Aku
menggambarkan serigala, biar tidak terlalu
terlihat girly. Kekeke~” Semua tertawa.
Semua menerbangkan layangan
mereka bersama. Luhan dan Hanni tampak
bahagia, tidak hanya ada satu, sekarang
ada sebelas layangan pink di langit biru.
“Terimakasih.. Sehun..
Jongdae.. Kyungsoo.. Jongin.. Lay.. Tao..
Kris.. Suho.. Minseok.. Chanyeol..
Baekhyun..” Luhan kembali meneteskan air
mata haru.
“Gomawo, OPPADEUL!!” Hanni
terlihat senang, ia bertepuk tangan. Semua
tersenyum.. Bahagia..
naeun pun memakan ice
creamnya sampai pipinya kembung.
“haha kyeopta” jimin pun tersenyum lalu
mmbersihkan ice cream yang ada di sudut bibir
eun dn yang ada di pipinya.
“ah~ mashita ^o^” ucap naeun yang sudah
menghabiskan ice creamnya.
“kau senang?” Tanya jimin yang berhenti
memainkn sendok ice crem di tempat ice
creamnya.
“hm ne sangat senang, wae hm? ^.^” Tanya eun
lalu tersenyum bahagia kea rah jimin.
“hm anni aku senang jika kau senang” jawab
jimin senyum.
"sekarang kau mau kemana lagi eun? aku akan
mengabulkan permintaanmu" ucap jimin lalu
tersenyum.
"hm kemana ya? ah ne aku tau aku mau ke
pantai ^o^" jawab eun semangat.
"haha arraseo, kajja" ucap jimin lalu keluar dan
naik bis untuk ke pantai.
*30 menit kemudian sampai di pantai
"wahhhhh~~ pantai" eun pun langsung berlalri
menghampiri ombak kecil di pinggiran pantai.
"yakk park jimin! ayo kemari ^o^" teriak naeun
sambil melambaikan tangannya.
"hm" jimin hanya tersenyum melihat eun yang
sangat senang lalu berjalan menghampiri eun.
"haha baru pertama kali aku melihatmu
sebahagia ini eun" ucap jimin dalam hati sambil
melihat eun tersenyum bahagia.
Naeun pun menendang air pantai ke arah jimin
sampai baju jimin basah. naeun terlihat seperti
anak kecil, tapi mungkin baginya itu
menyenangkan apa lagi dia tidak pernah jahil
pada jimin.
"yakkk hentikan Son Naeun!" teriak jimin yang
menutup wajahnya dengan lengan agar tidak
kena cipratan air yang di tendang oleh naeun
dari air pantai.
"hahaha shireo! shireo!" naeun masih
mencipratkan air ke arah jimin sambil tertawa
melihat jimin yang basah terkena air"
"asih kemari kau kemari!" teriak jimin lalu
mengejar eun"
"haha aaaa~ andweeee pergilah xD" naeun pun
berlarian di pinggir pantai menghindari balasan
jimin.
"haaa! kena kau! mau lari kemana eoh? :p" jimin
pun langsung memeluk eun dan tidak
membiarkan eun lari darinya lagi.
"haha ampun ampun, maaf xD" ucap naeun
yang masih tertawa"
"dasar putri jelek" jimin pun melepaskan
pelukkannya dan memberantakan rambut
sahabatnya itu.
"lihatlah~ pantainya cantik jika mataharinya
sudah mulai tenggelam." ucap jimin yang sedang
melihat matahari tenggelam.
"woahhhh~ yeoppoda~." naeun pun merasa
terkagum-kagum dengan pemandangan
matahari terbenam di pantai.
"aku harap aku dan kau selalu bersama-sama
dan bahagia meski kau dan aku tidak tau kapan
akan bertemu lagi. kau tau? bahkan kau lebih
cantik dari matahari terbenam itu." ucap jimin
dalam hati sambil melihat ke arah eun yang
sedang melihat matahari terbenam.
“ayo aku antar pulang” ucap jimin lalu berdiri.
“hm ne ^.^” ucap eun lalu berdiri berjalan pergi.
#SKIP
*Sesampainya Di Rumah Eun
“gomawo untuk boneka dan hari ini sangat
menyenangkan untukku” ucap naeun senyum
sambil
memeluk erat jimin lalu melepasnya.
“ne nado” ucap jimin senyum lalu mengusap
rambut eun.
“sampai kapanpun aku akan selalu
menyayangimu, aku mohon kau jangan pernah
benci padaku
eun.” Ucap jimin lalu mencium kening eun
lembut.
“eoh? Hm kenapa kau bicara seperti itu? Aku
tidak pernah membencimu meski kau
menyebalkan jimin.” Ucap eun menatap
mata jimin.
“masuklah sudah malam” ucap jimin senyum
tipis lalu menyuruh eun masuk.
“hm baik, hati-hati di jalan. Aku akan bawakan
makanan lagi besok untukmu ^^” ucap
eun lalu masuk ke dalam rumah.
“hm” jimin hanya tersenyum melihat eun
tersenyum, karena itu akan menjadi senyuman
terakhir eun untuk jimin sampai entah kapan
mereka di pertemukan kembali.
*Besoknya Di Sekolah*
“aishhh sudah jam 8 lebih dia belum datang
juga”
ucap naeun yang sedang duduk di meja jimin
dan memegang kotak makanan yang dia
janjikan kemarin untuk jimin.
“hm? Eun? Sedang apa? Kau menunggu jimin
datang?” Tanya taehyung seorang teman laki-
lakinya.
“hm? Ne, wae?” jawab eun dengan wajah yang
sedikit heran lalu berdiri.
“kau tidak tau ya? Jimin pindah sekolah ke luar
negri. Kemarin appanya kesekolah
untuk meminta surat izin pada kepala sekolah.
Dan dia sudah tidak tinggal di
korea lagi.” Jawab taehyung.
“m-mwoya? Mworageo? Pindah? Dan tidak
tinggal disini lagi?” ucap eun yang kaget lalu
terdiam.
“mungkin dia tidak mau memberitahumu karena
dia tidak mau membuatmu khawatir.” Ucap
taehyung memegang bahu eun lalu pergi.
“prukkk” kotak makanan yang berisi cheese cake
itu jatuh ke lantai.
“park jimin~” perlahan matanya mengeluarkan
air mata yang mengalir di pipinya yang
cantik.
“wae? Kenapa kau tidak bilang padaku hiks~
kenapa jimin? Kenapa?” naeun sangat
terpukul dengan keberangkatan pindahnya jimin
ke luar negri.
“kenapa aku baru sadar jika kau kemarin tiba-
tiba mengajakku jalan-jalan dan sikapmu
tidak seperti biasanya.” Naeun pun terduduk
lemas di kursi yang selalu jimin
tempati.
“aku tidak akan pernah menemukan sahabat
sepertimu lagi, maafkan aku hiks~” air
matanya masih mengalir di pipinya dan tiba-tiba
seorang namja yang menghapus
air matanya.
“jangan menangis” ucap kai sambil perlahan
memeluk naeun.
“hiks~ hiks” naeun yang hanya diam dan
menangis tidak bisa lagi mengucapkan kata-
kata.
“dia akan sedih jika kau juga sedih” ucap kai
sambil mengusap rambut eun.
“mianhae Son Naeun~ Saranghae~” ucap jimin
meneteskan air mata sambil melihat keluar
jendela pesawat.
*7 Tahun Kemudian*
*Di Café*
“ah gomawo ^^” ucap naeun sambil mengambil
cheese cake pesanannya.
“brukkk” tiba-tiba seorang namja yang berjalan
tidak sengaja menabraknya.
“eoh? Cheoseohamnida bow”
“hm? Ah gwenchana” ucap eun senyum sambil
mengambil kantong makanan yang jatuh.
"mungkinkah itu kau eun?" tanya jimin dalam
hati.
“Son Naeun~?” namja itu jongkok lalu menatap
wajahnya.
“eoh?” naeun pun mengangkat wajahnya agar
bisa melihat wajah namja itu.
“park jimin” ucap naeun kaget lalu sama-sama
menatap wajahnya.
“hm” jimin pun tersenyum lembut menatap mata
eun.
“hm kau~” naeun pun tersenyum dengan mata
yang berkaca-kaca.
“Senyuman dan suaramu yang indah akan
mempertemukan kita kembali” ucap jimin 7
tahun yang
lalu saat di pesawat. 

Cr: Nabila Azmee
Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus Instagram Ask.Fm

Chit Chat

Followers

Google+ Followers

Copyright © Luhanay | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com